Senin, 11 Februari 2013

PERKENALAN DENGAN MAHASISWA IAIN SURABAYA DAN STAIM MAGETAN






           Senin, 11 Pebruari 2013 bertempat di halaman MTsN Tulung diadakan perkenalan antara tenaga Pendidik dan Kependidikan, siswa siswi MTsN Tulung dengan Mahasiswa STAIM Magetan yang sedang praktik mencari pengalaman pembelajaran di Madrasah dalam rangka PPL. Pada Selasa 5 pebruari yang lalu mahasiswa yang PPL telah diserahterimakan oleh pihak kampus kepada Kepala Madrasah yang di wakili oleh Dosen Pembimbing, Drs. Munirul Ikhwan, M. Pd I. mereka akan menimba pengalaman di MTsN Tulung sampai tanggal 23 Maret 2013.
           Dalam sambutanya Bapak Munir menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak lembaga yang menerima dan bersedia di tempati kegiatan PPL Mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam dari STAI Ma'arif Magetan. Dalam kata sambutan, Kepala MTsN Tulung Drs. Hari Sumanto, M. Pd I menyapaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak kampus dan khususnya Mahasiswa yang PPL yang memilih Madrasah ini, Beliau menginginkan kepada para Mahasiswa untuk memberikan informasi dan teori-teori serta metode-metode terkini yang di pelajari di kampus. "tentunya temen-temen Mahasiswa masih mempunyai dan membawa metode terkini serta terbaru yang bisa diterapkan di Madrasah kami, tentu ini akan sangat membantu bagi Bapak-Ibu Guru dalam melaksanakan pembelajaran",   harap Kepala MTsN Tulung. Sementara itu kordinator PPL Supriadi mengatakan dipilihnya MTsN Tulung sebagai tempat PPL karena ingin mengetahui dan merasakan bagaimana suka dan dukanya mengajar siswa di daerah Tulung. Lebih lanjut Mas Supriadi menegaskan karena STAIM dan MTs merupakan lembaga yang sama-sama dibawah naungan Kementerian Agama. Jadi akan sangat lebih membanggakan bagi kami bisa mencari pengalaman dan memberikan dedikasi serta sumbangsih pada lembaga di Kemenag, ujar laki-laki yang mahir seni hadrah ini.
           Sebelum serah terima mahasiswa PPL dari STAIM Magetan, pihak madrasah juga telah menerima kunjungan mahasiswa IAIN Surabaya yang KKN di Desa Tulung untuk juga turut mengabdi di MTsN Tulung. Mereka mendapat time pada jam ekstra di kelas unggulan yang dilaksanakan selesai sholat Dhuhur dengan mengajar kelas unggulan bidang studi UN dan PAI serta Bahasa Arab. mereka akan berada di Tulung selama 3 minggu kedepan.(nur habib)
Read more

Senin, 04 Februari 2013

Profil MTsN Tulung

MTs Negeri Tulung Kab. Madiun
Madrasah  di Pinggiran  Prestasi Unggulan


Profil MTsN Tulung
Madrasah Tsanawiyah Negeri Tulung Saradan Madiun merupakan sebuah lembaga pendidikan yang cikal bakalnya digagas dan didirikan  oleh seorang tokoh  masyarakat sekaligus tokoh Agama setempat (H. Abdurrahman) dalam sebuah Yayasan Pendidikan Islam bernama "FATWA ALIM" yang mengembangkan lembaga pendidikan mulai RA, MI, MTs sampai Madrasah Aliyah. Secara geografis madrasah yang berada di areal  seluas 4000 meter persegi ini, berada di Desa Tulung Kec. Saradan (+32 KM) dari pusat kota madiun Namun, hal itu tak membuat animo masyarakat berkurang untuk menyekolahkan  anak-anaknya di madrasah ini.
          Seiring dengan perkembangan dan kemajuan akademik dan jumlah siswanya  sejak tahun 1997, status Madrasah menjadi Negeri dan kewenanganya beralih ke pemerintah (DEPAG/ Kementerian Agama).
          Sejak beralihnya dari status Lembaga Swasta menjadi Lembaga Negeri, Madrasah ini banyak mengalami kemajuan yang pesat. Secara fisik MTs Negeri Tulung telah memiliki 18 ruang belajar yang representatif, ruang Kepala Madrasah, ruang KTU, ruang WAKA, ruang Guru, Perpustakaan, laboratorium Komputer, laboratorium Bahasa, ruang UKS/OSIM, sarana olahraga, ruang BP/BK, KOPSIS, Ruang Musik, Mushola, ruang meubeler dan Kantin.
         
”Berbagai fasilitas yang ada ini, tentu sangat menunjang bagi pengembangan ekstra kurikuler yang ada. Seperti ekstra Pramuka dan lainnya”. Dengan terpenuhinya fasilitas tersebut pada akreditasi madrasah tahun  2011 mendapat nilai A. Dari BAN" (Badan Akreditasi Nasional)” Demikian sebagaimana disampaikan oleh Kepala MTsN Tulung (Drs. Hari Sumanto, M.Pd.I).

          Visi yang ingin diwujudkan Madrasah Tsanawiyah Negeri Tulung adalah " Terwujudnya Madrasah yang Unggul prestasi, berdasarkan IMTAQ dan IPTEK Serta berwawasan Lingkungan". Dengan Misi Madrasah ”Menumbuh kembangkan sikap dan amaliah agama Islam, melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara intensif, menumbuhkan semangat keunggulan dalam prestasi serta mendorong dan membantu siswa mengenal potensi diri, menciptakan lingkungan madrasah yang sehat-bersih dan indah, dan menerapkan manajernen partisipasi seluruh warga madrasah.
          Berpijak dari visi tersebut Madrasah Tsanawiyah Negeri Tulung selalu memberikan bimbingan ibadah, tartil Qur'an, bimbingan olahraga prestasi, bimbingan pengembangan bahasa Arab dan bahasa Inggris, bimbingan sains dan Matematika serta bimbingan lain bagi siswa yang berprestasi.

Aktivitas Harian dan pembelajaran Siswa

          Kegiatan siswa diawali dengan  apel pagi di halaman Madrasah (06.30-07.55 WIB) yang dirangkai dengan membaca doa bersama, hafalan Asmaul Husna dan hafalan Alquran khususnya juz 30. Dilanjutkan pembelajaran di dalam kelas mulai (07.00 – 12.40 WIB). Setelah pembelajaran selesai + 30 menit  semua siswa, guru dan pegawai melakukan sholat dzuhur berjamaah serta kegiatan kultum yang disampaikan oleh para pendidik, dengan tujuan untuk menambah  wawasan keagamaan (Ubudiyah) kepada Allah SWT dan membentengi diri siswa ditengah era


tehnologi modern ini. Kegiatan dilanjutkan sampai pukul 15.00 dengan kegiatan Pembinaan baca tulis Alquran dan Bimbingan Belajar Intensif  khusus bagi kelas unggulan
Bina Prestasi
          Setiap hari Senin sampai Kamis, dalam rangka mempersiapkan siswa untuk mengikuti lomba, olimpiade dan menghadapi ujian nasional, yang merupakan kelas yang diunggulkan di semua bidang studi, dengan jumlah siswa tidak lebih dari 25 siswa per rombongan belajar, dengan fasilitas belajar LCD Proyektor, metode pengajaran Active Leaning dan kelas menggunakan pendingin ruangan. Tenaga Pendidikan yang  berpengalaman dalam bidangnya  dan sebagaian guru pengajar sudah berpendidikan S-2. Kelas unggulan yang menjadi prioritas di MTsN tulung adalah : Kelas Unggulan Sains (Matematika dan IPA), Kelas Unggulan Bilingual English (Bahasa Inggris), Kelas Unggulan Bilingual Arabian ( Bahasa Arab).
Prestasi Siswa
          Dalam mengikuti even lomba prestasi siswa MTsN Tulung banyak tampil mendulang, prestasi menjadi bahan kompetisi untuk  SMP/ MTs/MTsN di caruban walaupun letak MTsN Tulung secara geografis berada di pinggiran.   
Adapun Prestasi yang pernah diraih siswa siswi MTsN Tulung sebagai berikut:
  • Juara I Lari Tingkat MTs Se  Kab. Madiun
  • Juara I Volly Tingkat MTs se Kab. Madiun
  • Juara sepuluh besar olimpiade matematika se-eks kar. Madiun 3 (tiga) Siswa, Mendikpora kota Madiun,
  • Juara I olimpiade matematika se kab. Madiun tingkat MTs
  • 10 besar olimpiade komputer se-eks kar.Madiun, Alfacom
  • Juara III Lomba Fashion Show tingkat SMP/MTs yang diselenggarakan SMUN I Pilangkenceng Madiun. .


Read more

Rabu, 30 Januari 2013

Mading Siswa kelas 8 A, Inspirasi dari Limbah Rumah Tangga










Rabu 30 Januari 2013 kelas 8A MTsN Tulung nampak meriah. tampak para siswa sedang menata Mading yang sangat mungil indah dan menarik perhatian. Nampak pernik-pernik yang ternyata di buat dari limbah dan daun-daun yang sudah tidak berguna. "Ini murni karya anak-anak, mereka saya "tantang" kreatifitasnya dalam karya Mading yang harus dibuat dari limbah untuk bahannya, dan membuatnya harus di Madrasah", Demikian keterangan Bapak Nur Habib Mustofa, pembimbing Mading kelas 8 A. Lebih lanjut Pak Nur mengatakan Mading ini hanya sebagai media untuk memberikan pembelajaran pada anak akan kepedulian sosial dan lingkungan hidup. Ternyata anak-anak kita itu luar biasa jika diberikan kesempatan daan kepercayaan.(nhm)
Read more

Cara Sholat yang Benar Sesuai dengan Cara Sholat Nabi

Video Cara Sholat ini adalah panduan shalat yang lengkap, praktis, dan singkat. Disajikan secara singkat bagi Anda yang ingin secepatnya bisa shalat dengan benar sesuai shalat Nabi.

Read more

Jadwal Ujian Nasional/UN 2013 SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK

Jadwal Ujian Nasional (UN) 2013 untuk setiap jenjang Pendidikan telah ditetapkan dan pada hari ini 30 Januari sudah dipublikasikan. Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Aman Wirartakusumah, mengatakan bahwa sesuai dengan jadwal yang telah disusun, Penyelenggaraan UN (Ujian Nasional) 2013 akan dilangsungkan sekitar bulan April 2013. Sementara itu untuk UN SD/MI dijadwalkan pada awal Mei 2013. Pihak Pemerintah mempublikasikan jadwal penyelenggaraan UN secara resmi di setiap jenjang pendidikan, pasca Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, menandatangani peraturan menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan.

Jadwal UN Tahun 2013 kami publikasikan dengan bersumberkan Peratuan BSNP Nomor: 0020/P/BSNP/I/2013 dan Nomor: 0021/P/BSNP/I/2013 tentang POS Ujian Nasional 2013.
Berikut kami sampaikan Jadwal UN untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK tahun 2013. Jadwal yang sudah ok berikut ini meliputi jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK, selamat menyimak!

Jadwal UN

Ujian Nasional SMA/MA 2013


Program IPA



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Fisika 40 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Kimia 40 120 menit 18 April 2013
6 Biologi 40 120 menit 18 April 2013





Program IPS



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Ekonomi 40 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Sosiologi 50 120 menit 18 April 2013
6 Geografi 50 120 menit 19 April 2013





Program Bahasa



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Bahasa Asing 50 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Antropologi 50 120 menit 18 April 2013
6 Sastra Indonesia 40 120 menit 18 April 2013










Program Keagamaan




No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Tafsir 50 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Fikih 50 120 menit 18 April 2013
6 Hadits 50 120 menit 18 April 2013


Ujian Nasional SMP/MTs 2013


No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 22 April 2013
2 Bahasa Inggris 50 120 menit 23 April 2013
3 Matematika 40 120 menit 24 April 2013
4 Ilmu Pengetahuan Alam 40 120 menit 25 April 2013


Ujian Nasional SMK 2013


No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Praktik Kejuruan 1 Paket 18-24 jam selesai dilaksanakan paling lambat tanggal 24 Maret 2013
2 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Teori Kejuruan 40 120 menit 18 April 2013


Ujian Nasional SD/MI 2013


No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 6 Mei 2013
2 Matematika 40 120 menit 7 Mei 2013
3 Ilmu Pengetahuan Alam 40 120 menit 8 Mei 2013


Dengan jadwal yang tersusun tersebut, bertambahlah keyakinan kita bahwa ujian nasional tahun pelajaran 2012/2013 akan digelar. Sementara sebelumnya Pemerintah juga telah mensosialisasikan kisi-kisi UN sebagai bahan acuan untuk ujian. Dengan kisi-kisi tersebut diharapkan para calon peserta UNAS dan para pembimbingnya dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar kesuksesan ujian nasional dapat tercapai. Demikian info jadwal UN 2013 kami sampaikan, semoga bermanfaat! Amin Ya Rabbal Alamin!
Sumber : Peratuan BSNP Nomor: 0020/P/BSNP/I/2013 dan Nomor: 0021/P/BSNP/I/2013 
Read more

Kurikulum pendidikan berubah 2013

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah akan mengubah kurikulum Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, serta Sekolah Menengah Kejuruan dengan menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik melalui penilaian berbasis test dan portofolio saling melengkapi.

"Siswa untuk mata pelajaran tahun depan sudah tidak lagi banyak menghafal, tapi lebih banyak kurikulum berbasis sains," kata Menteri Pendidikan 

dan Kebudayaan Mohammad Nuh kepada pers di Kantor Wapres di Jakarta, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Nuh usai memberikan presentasi mengenai pengembangan kurikulum 2013 yang dihadiri Wakil Presiden Boediono. Hadir dalam jumpa pers itu Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim.

Dikatakan Nuh, orientasi pengembangan kurikulum 2013 adalah tercapainya kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan.

Untuk tingkat SD, katanya, saat ini ada 10 mata pelajaran yang diajari, yaitu pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya dan keterampilan, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, serta muatan lokal dan pengembangan diri.

Tapi mulai tahun ajaran 2013/2014 jumlah mata pelajaran akan diringkas menjadi tujuh, yaitu pendidikan agama, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, seni budaya dan prakarya, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, serta Pramuka.

"Khusus untuk Pramuka adalah mata pelajaran wajib yang harus ada di mata pelajaran, dan itu diatur dalam undang-undang," kata Nuh.

Salah satu ciri kurikulum 2013, khususnya untuk SD, adalah bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran, yaitu dua mata pelajaran itu akan diintegrasikan kedalam semua mata pelajaran.

Dikatakan untuk IPA akan menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia dan matematika, sedangkan untuk IPS akan menjadi pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).

Mendikbud mengatakan, kurikulum 2013 itu diharapkan bisa diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013, tapi sebelumnya akan diuji publik sekitar November 2012.

"Masyarakat bisa memberikan masukan atas setiap elemen kurikulum mulai dari standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses hingga standar evaluasi. Adanya uji publik ini diharapkan kurikulum yang terbentuk telah menampung aspirasi masyarakat," papar Nuh.

(A025/C004)

Editor: Suryanto
Read more

Selasa, 29 Januari 2013

Terapi Tahajud Oleh Prof. Dr.Moh.Sholeh


Prof. Dr. Moh. Sholeh, Hidup sehat dengan Tahajud


Perkembangan zaman yang sedemikian pesat membuat banyak orang mudah terkena stres. Dan biasanya, kalau stres sudah menyerang, imunitas tubuh akan melemah, sehingga berbagai penyakit pun mudah hinggap. Alhamdulilah, Allah swt telah memberikan terapi dan obat untuk permasalahan tersebut, yakni lewat shalat tahajud. Prof Sholeh telah membuktikan melalui penelitiannya.
Sebagai seorang Muslim, kita pasti yakin bahwa perintah Allah pada manusia selalu membawa kebaikan. Namun, tak banyak orang yang dengan serius memikirkan dan mencoba membuktikan hal itu. Satu di antara yang sedikit itu adalah Prof Dr Mohammad Sholeh. Guna meraih gelar doktor-nya di Universitas Airlangga, bapak 4 anak ini pun melakukan penelitian bertajuk Pengaruh Shalat Tahajud Terhadap Peningkatan Perubahan Response Ketahanan Tubuh Imonologik.
Hasil penelitian itu ternyata mencengangkan. “Shalat tahajud itu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit,” ujar dosen yang sekaligus Guru Besar di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya ini. Berbekal hasil penelitian ini pula, Sholeh lantas membuka Rumah Sehat, yang berbeda dengan bukan Rumah Sakit pada umumnya. Rumah Sehat yang sudah mendapat sertifikasi dari Departemen Kesehatan ini berprinsip membangun motivasi dan kepercayaan diri pasien bahwa mereka bisa mencapai kesehatan dengan mengikuti terapi berkelanjutan yang berbasis pada ibadah kepada Allah Swt.
Keluarga Sederhana, Pendukung Cita-cita
Lahir di Kediri, 9 Desember 1960 sebagai bagian dari keluarga 'besar' dengan 8 saudara kandung membuat Sholeh terbiasa hidup sederhana. Kondisi keluarga yang terbatas, memyebabkan tidak semua saudara Sholeh bisa mengenyam dunia pendidikan. Hal ini lantas membuat Sholeh berpikir, Apakah hanya orang yang punya uang yang bisa sekolah?
Berbekal pemikiran bahwa Islam tidak membatasi keinginan setiap orang untuk belajar, Sholeh pun berjuang. Saat itu lulusan madrasah dari Pesantren tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Namun Sholeh tidak hilang akal, dia mengikuti ujian persamaan di MtsN (Madrasah Tsanawiyah Negeri) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) hingga diterima kuliah di Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Tribakti Kediri. Untuk membiayai kuliahnya, selama kuliah Sholeh mencari dana secara mandiri dengan berjualan.
Lulus sebagai sarjana muda tidak lantas membuat Sholeh puas. Berbekal keinginan memperoleh ijazah sarjana (S1), Sholeh mendaftar dan diterima sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tiga tahun setelah lulus, Sholeh mendapat kesempatan melanjutkan belajarnya di S2 Fakultas Psikologi Konseling IKIP Negeri Malang. Selepas itu dia melanjutkan S3-nya di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya.
“Awalnya untuk program doktor, saya mau memilih psikologi juga, tapi malah ditawari masuk fakultas kedokteran oleh salah seorang profesor. Namun ada syaratnya memang, yaitu saya harus bisa menciptakan sebuah ide baru dalam bidang kedokteran. Awalnya saya pikir apa saya bisa, mengingat selama ini saya tidak pernah menekuni dunia kedokteran, tapi saya coba saja. Apalagi saya memang sudah terbiasa tahajud dan merasakan manfaatnya. Maka dari kebiasaan menerapkan ilmu tahajud, lalu coba saya teliti.”
Berawal dari pengalaman
Bukan tanpa latar belakang bahwa Sholeh kemudian memutuskan meneliti shalat tahajud. Semua ini diawali dari pengalaman pribadinya yang berujung pada merasakan benar manfaat dan khasiat shalat tahajud.
“Mulanya, sejak masuk pesantren saya mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh,” kata santri jebolan dari Pesantren Lirboyo Kediri ini. Sakit itu ternyata berupa sejenis kanker kulit yang membuat seluruh tubuhnya melepuh. Tak hanya sakit, orang lain pun menjadi jijik melihatnya.
Sakit yang berlangsung selama bertahun-tahun itu tidak kunjung sembuh meski Sholeh sudah berupaya berobat kesana kemari. Hingga akhirnya, Sholeh memasrahkan dirinya pada Allah. Dia kembalikan semua masalah sakitnya ini pada pemilik penyakit dan pemiliki kesembuhan, Allah swt dengan memohon kesembuhan secara sungguh-sungguh.
“Maka saya matikan lampu dan saya pun berduaan dengan Allah,” ungkap pendiri rumah sehat Avicenna di Kwangkalan kota Kediri ini. Ajaib, setelah pasrah total kepada Allah dan rutin bertahajud, justru penyakit Sholeh sembuh dengan sendirinya. Boleh dikata, itulah tahap awal Sholeh menerapkan terapi tahajud pada dirinya sendiri.
Namun manfaat itu baru dirasakan Sholeh sendiri. Padahal, Sholeh sendiri sudah merasakan ketertarikan mendalam pada sholat yang menurutnya amat istimewa ini dan ingin berbagi pula pada banyak orang.
Mengapa tahajud menjadi istimewa? “Karena pertama tidak ada shalat sunat lain yang langsung dianjurkan oleh Allah sebagaimana tertuang dalam surat Al-Isra ayat 79, Dan pada sebagian malam, hendaknya kalian bertahajud (sebagai suatu) tambahan bagimu mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.' Begitu pula anjuran shalat malam terdapat dalam Al-Muzzammil 1-10,” jelas suami Siti Fatimah ini.
Keistimewaan kedua, lanjut Sholeh, Rasulllah saw sendiri telah mencontohkan betapa beliau itu tidak pernah meninggalkan shalat tahajud baik di kala aman maupun di kala perang, seperti perang Badar. Ketiga, karena begitu banyaknya hadis-hadis yang membahas soal keutamaan shalat tahajud, yaitu masa dua pertiga malam di mana Allah berjanji akan mengabulkan doa setiap hambanya.
Karena ini semua, dan melihat pula bahwa tahajud itu merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh Nabi serta para sahabat, Sholeh melihat shalat sunnah yang satu ini tentulah amat istimewa. “Maka saya pun mulai mencari ada apa di balik tahajud itu dan ternyata memang terbukti kalau ternyata tahajud itu bisa dibuktikan secara medis memberikan manfaat.”
Tahajud menenangkan dan menyehatkan
Dengan pemahaman ini plus pengalaman pribadinya, Sholeh pun mantap meneliti metode penyembuhan penyakit melalui shalat tahajud dengan pendekatan psiko neuroimunologi. Psiko neuroimunologi adalah ilmu yang mengkaji tentang modifikasi sistem imun karena sebab dan proses, yang berarti keadaan imunitas tubuh dalam keadaan stres.
“Jadi singkatnya ilmu ini mengkaji kesan pikiran, bahwa pesan pikiran itu berpengaruh pada kegiatan fisik dan begitu pula kegiatan fisik pun berpengaruh pada pikiran. Di sanalah kemudian masalah akidah dan ketakwaan seseorang akan berhubungan dengan faktor sakitnya.”
Ketika meneliti tentang tahajud ini, Sholeh mengambil sampel 51 anak SMU Lukmanul Hakim di Pesantren Hidayatullah Surabaya. Sebelum melakukan shalat tahajud, para siswa ini diambil darahnya lalu mereka melakukan shalat tahajud selama sebulan, kemudian diambil lagi darahnya dan setelah dua bulan shalat tahajud diambil sekali lagi darahnya.
“Variabel yang diteliti itu ada 9 yaitu makrovat, boisisovir, momorsi, antibodi, imbulin a, n,g, b,, e, dan hormon kortisol yang dihasilkan oleh anak ginjal. Kalau hormon kortisol penuh itu merupakan tanda-tanda kalau seseorang sedang mengalami stres. Penumpukan hormon ini dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker, liver, jantung. Hipertensi, dsb. Nah, ketika saya meneliti tahajud itu ternyata tahajud itu bisa mengurangi jumlah hormon kortisol yang meningkat menjadi luminitataif atau seimbang sehingga mengurangi tingkat stres seseorang. Jadi, sistem imunitasnya menjadi baik.
Memang, orang yang stres diketahui rentan dengan penyakit terutama kanker. Sebaliknya dengan tingkat stres yang rendah, berarti seseorang itu memiliki imun yang kuat sehingga tubuhnya mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa shalat tahajud itu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit,” papar aktivis di Ikatan Ahli Patobiologi Indonesia ini lagi.
Tetapi shalat tahajud yang dapat dirasakan manfaatnya tentu bukan sekadar “melakukan” shalat tahajud. Namun shalat tahajud yang dilakukan dengan khusuk, yang didasari oleh kesadaran mendalam terhadap makna, tujuan, dan konsekuensinya. “Jadi ini bukan sekedar ritual untuk menggugurkan kewajiban, sehingga pada pelaksanaannya tetap harus dikerjakan dengan rileks, namun rutin dan disertai dengan ketepatan gerakannya,” jelas ayah dari M. Rumrowi Shaleh (18), Ilma Nafia (14), M. Iza Darijal Ilmi (7), dan Dul Yah Darojah (5) ini.
Tentu saja Sholeh tak omong belaka. Dia sendiri kini membiasakan dirinya shalat tahajud dan juga membudayakannya pada keluarga. “Saya membiasakan shalat tahajud, dan sebelum mengajak orang lain, saya terapkan dulu pada keluarga. Alhamdulillah istri dan anak-anak mau mengikuti meski yang anak-anak masih suka bolos. Tetapi paling tidak sudah ada keinginan untuk beribadah.”
Klinik Rumah Sehat
Kini selain aktif mengajar, Prof Sholeh juga mendirikan klinik yang diberinya nama Rumah Sehat Avicenna yang terletak di Desa Tempurejo Kota Kediri. Meski sama menerapi penyakit menuju kesembuhan, dan juga ada pendampingan oleh dokter, tapi tak seperti Rumah Sakit pada umumnya, Rumah Sehat mendasari metode pengobatannya dengan terapi yang lebih mirip pesantren kilat.
Di sini, jika ada pasien yang baru masuk, langkah pertama yang dilakukan Sholeh adalah menanyakan pada si pasien secara detil tentang dirinya. Seperti umurnya berapa, pekerjaannya apa, lalu bila agamanya Islam maka akan ditanyakan juga apakah sudah rutin menjalankan shalat lima waktu atau belum, bisa membaca Al-Quran atau tidak, suka mengerjakan shalat sunah atau tidak, dan seterusnya.
Setelah itu barulah pasien ditanya soal penyakitnya. Misalnya bagaimana proses terjadinya, kapan mulainya lalu ditanyakan juga apakah ada pikiran yang mengganggu selama itu? “Karena biasanya penyakit itu baru datang pada periode tertentu disebabkan karena pikiran atau perilaku mereka. Jadi saya tanyakan pikiran dan perilaku apa yang bisa membuat stres,” kata orang pertama di IAIN Sunan Ampel yang memperoleh gelar Profesor Psikologi Islam ini.
Sebab, lanjut Sholeh, penyakit itu bukan hanya satu penyebabnya tapi bisa karena pola pikir, pola perilaku, pola makan, pola ibadah ataupun ketetapan Allah. Bisa juga dari harapan yang terlalu tinggi tapi belum tercapai. “Nah, nanti kami yang membantu untuk memberikan jalan keluar. Kadang bisa sampai ke lingkup keluarga jika memang si pasien bermasalah dengan keluarganya, barulah dari sini diberikan terapi sesuai kebutuhan.”
Jika pasien menjalani rawat inap, maka mereka diharuskan mengikuti rangkaian terapi. Dimulai saat bangun pagi lalu shalat Subuh berjamaah. Kemudian olahraga, yakni berjalan dan berlari. Dilanjutkan dengan sarapan, lalu shalat hajat dan shalat dhuha. Mengapa pasien disuruh shalat Hajat dan Dhuha? “Ini dimaksudkan untuk membangun mindset bahwa yang menyembuhkan itu hakikatnya bukan dokter tapi Allah dan kita hanya bisa berikhtiar meminta kesembuhan pada Allah,” jelas Sholeh.
Lalu pasien diminta mengikuti senam Tawakal yaitu senam yang berisi gerakan-gerakan yang bisa dikatakan sebagai penyerahan diri kepada Allah. Setelah itu shalat Zhuhur berjamaah, shalat Ashar berjamaah dan pasien pun kemudian diajak mengikuti kajian tentang manusia, seperti mengapa Allah menciptakan manusia, mengapa ada orang yang susah ada yang senang, ada yang kaya ada yang miskin dan sebagainya. Lalu bagaimana menyikapinya yang intinya mengajak pasien untuk mengembalikan semuanya pada Allah.
Barulah pada malam hari, terapi dilanjutkan dengan mengajak pasien shalat tahajud, minimal 2 rakaat yang dilanjutkan dengan witir dan muhasabah (renungan). Proses penyembuhan ini dilakukan secara terus menerus di rumah sehat dan sebisa mungkin dilanjutkan ketika pasien sudah pulang ke rumah.
Metode penyembuhan yang dilakukan Rumah Sehat ini sudah dibuktikan oleh ratusan orang yang pernah berobat ke sana. Tak hanya dari orang di sekitar Kediri, namun dari segala penjuru termasuk dari luar Jawa. Pasiennya pun beragam, dan  tidak sedikit yang justru berlatar belakang praktisi dunia kedokteran.
Ini agaknya disebabkan sudah semakin banyaknya orang yang memperoleh bukti bahwa tahajud tak hanya menenangkan jiwa namun juga menyehatkan raga. 
ini Firdaus/wawancara: Firda Kurnia
Read more

Aplikasi SAKPA 2013


Silakan Unduh via MediaFire di bawah ini:
Installer Aplikasi SAKPA 2013.exe   Download  36,66 Mb

Petunjuk Setting Awal Aplikasi SAKPA 2013

Setting awal Aplikasi SAKPA 2013 ini pada dasarnya sama saja dengan SAKPA 2012 tahun lalu, namun karena beban kerja dan tanggung jawab yg besar membuat kita terkadang jadi pelupa dan rada-rada stress hahaha..... Jadi tidak ada salahnya kita ulas kembali ingatan kita:
  1. Lakukan Instalasi: Installer Aplikasi SAKPA 2013.exe
  2. Masuk ke Aplikasi SAKPA 2013 dengan User dan Password: admin
  3. Tabel Referensi > klik SATKER > isilah sesuai Kode Kementerian, ES-1, Wilayah dan Kode Satker beserta Uraian Satker.
  4. Buatlah: USER ACCOUNT  yg terdiri dari: Nama, Nama id, Password, Satker dan pilih Jenis Kewenangan mis: Kantor Daerah (KD).
  5. Masuklah kembali: LOG OFF dengan User dan Password yg telah dibuat.
  6. TRANSFER DIPA KE APLIKASI SAKPA 2013: Pada menu: Transaksi > Copy DIPA dari Aplikasi SPM > isi User dan Password SPM 2013 Anda, (misalnya: ppspm), gunanya untuk menyambung koneksi dengan Aplikasi SPM 2013. (Tentu saja Aplikasi SPM dan SAKPA harus dalam 1 komputer / Laptop). Kemudian pilih No. Dokumen (No. DIPA) yg tersedia, Tanggal Dokumen dan Tanggal Buku otomatis muncul > klik Proses.
  7. Langkah selanjutnya adalah PENGAMBILAN SALDO AWAL. Pada menu: Proses > klik Pengambilan Saldo Awal > Otomatis akan masuk Directory c:\Sakpa12\trn dengan munculnya kode BAES1, Wilayah, Satker dan J.Satker, seterusnya klik pada kotak "Pilih" > Klik Proses Data > Keluar.
  8. Cek Rekonsiliasi Saldo Awal Anda untuk memastikan tidak ada selisih. Langkahnya: Menu: Rekonsiliasi BMN > Rekonsiliasi Saldo Awal > pilih SALDO AWAL BULAN: Januari > klik Proses.
  9. Selanjutnya silakan lakukan Proses Rekonsiliasi SAKPA Anda ke KPPN. Menu: Transaksi > Copy SPM/SP2D dari Aplikasi SPM > masukkan user dan Password SPM untuk meng-koneksi pengambilan SPM/SP2D (pastikan Anda sudah Mencatat No. dan Tanggal SP2D dan me-Load Masternya pada Aplikasi SPM 2013.
  10. Posting
  11. Cetak Laporan
  12. Rekon ke KPPN, Periksa kendaraan Anda agar tidak mogok dijalan. Jika di jalan Banjir, bawalah Perahu Karet secukupnya ( Sedia Perahu Sebelum Banjir) :
Kalau ada kekurangan, mohon disampaikan / dilengkapi pada komentar di bawah. Terima kasih. Semoga bermanfaat.
Read more