Tampilkan postingan dengan label kurikulum. Tampilkan semua postingan
Selasa, 09 April 2013
Senin, 08 April 2013
SISTEM BARCODE UN 2013
Suatu terobosan dalam pelaksanaan Ujian Nasional yang akan
meminimalisir kecurangan dalam Ujian Nasional. Pasalnya pada tahun ini
semakin ditingkatkan dengan sistem barcode. Hal ini dilakukan untuk
menghindari potensi kecurangan sekaligus memperkuat kelemahan
pelaksanaan di sekolah.Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini yang
menggunakan sistem barcode membuat peserta perlu mengikuti tahapan kerja sebelum mulai mengerjakan soal. Peserta
yang tidak memastikan bahwa ia menjawab pada LJUN yang benar, akan
mendapat nilai yang jelek, karena saat dipindai, komputer akan keliru
membaca.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh siswa pada saat pelaksanaan Ujian Nasional sehingga tidak merugikan diri sendiri, antara lain :
Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro menyampaikan, mulai tahun ini naskah soal UN dengan lembar jawaban tidak terpisah. Jika pada tahun lalu peserta didik dapat menggunakan lembar jawaban temannya karena terpisah, mulai tahun ini naskah soal dengan lembar jawaban UN (LJUN) merupakan satu kesatuan. “Naskah soal dan lembar jawaban UN menggunakan sistem barcode,” katanya memberikan keterangan pers di sela-sela kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayan (RNPK) 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Depok, Selasa (12/2).
Khairil menjelaskan, dengan menggunakan barcode, maka peserta ujian tidak dapat saling tukar kode soal seperti tahun lalu. Dia mengungkapkan, kalau keduanya dipisah maka peserta didik akan menjawab soal secara salah, yang tidak cocok dengan lembar jawaban UN-nya. “Bayangkan kalau keliru, LJUN A dengan soalnya B, pasti jelek sekali nilai si anak,” katanya.
Oleh karena itu, dalam sosialisasi pihaknya menekankan agar jangan sampai lembar jawaban ujian tertukar. Jika lembar jawaban rusak agar minta diganti berikut soalnya. “Jangan hanya meminta lembar jawabannya saja,” katanya. Demikian sebaliknya, kalau naskah soal rusak jangan hanya minta diganti naskah soal, harus meminta ganti naskah soal beserta LJUN. “Karena merupakan satu paket dan ada kode yang saat dipindai (scan) akan ketahuan lembar LJUN mengacu soal yang mana,” katanya.
Hal senada disampaikan Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Teuku Ramli Zakaria. Dengan barcode, kata dia, peserta didik tidak perlu lagi menulis kode soal. “Kode soal tidak akan sama dengan yang lain karena berdasarkan barcode,” katanya.
Khairil menambahkan, persiapan UN sampai saat ini sampai pada merakit soal dan diharapkan cepat selesai. Adapun jumlah soal sebanyak 20 paket untuk setiap ruang ujian berisi 20 peserta. Meski demikian, kata dia, jumlah variasi paket soal tiap provinsi sebanyak 30 buah. “Soal untuk kelas A dan kelas B bisa berbeda karena dibuat 30 paket soal, tetapi dalam ruangan tetap 20 soal,” katanya.
Selain hal tersebut diatas Ujian Nasional tahun ini mengalami sejumlah perubahan. Mulai dari bertambahnya variasi soal yang sebelumnya hanya berjumlah lima, kini menjadi 20 variasi soal, hingga digunakannya sistembarcode pada naskah soal dan lembar jawaban UN (LJUN). Tidak hanya itu, komposisi bobot soal juga berubah. Bila tahun lalu bobot soal mudah sebanyak 10 persen, sedang 80 persen, dan sulit 10 persen, tahun ini bobot soal sulit ditambah lagi 10 persen. Dengan penambahan jumlah soal yang sulit itu, maka komposisi bobot soal pada UN 2013 ini menjadi 10 persen soal mudah, 70 persen sedang, dan 20 persen sulit.
sumber :
Read more
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh siswa pada saat pelaksanaan Ujian Nasional sehingga tidak merugikan diri sendiri, antara lain :
- Peserta harus memastikan bahwa antara naskah soal dan LJUN masih bersatu. Kalau sudah dalam keadaan terpisah, peserta wajib melaporkannya kepada pengawas dan meminta ganti. Jangan sampai peserta ambil risiko, tetap mengambil naskah soal dan LJUN yang sudah terpisah itu. Harus diganti dengan yang masih dalam kondisi bersatu.
- Pastikan pula bahwa naskah soal dan LJUN tidak dalam kondisi rusak. Peserta perlu memperhatikan satu per satu lembar pada naskah soal dan memastikan bahwa tidak ada satupun soal yang rusak atau tidak terbaca. Mengapa tahapan ini penting? Karena jika peserta menemukan soal yang rusak di tengah-tengah proses pengerjaan soal, peserta harus meminta naskah soal dan LJUN yang baru. Itu artinya, peserta harus menjawab dari nomor satu lagi.
- Begitu peserta telah memastikan bahwa naskah soal dan LJUN dalam keadaan masih bersatu dan tidak rusak, ia wajib menuliskan identitas di naskah soal dan LJUN. Setelah diisi, peserta diperbolehkan melepaskan LJUN dari naskah soal. Langkah ini penting untuk mengantisipasi tertukarnya naskah soal dengan LJUN.
Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro menyampaikan, mulai tahun ini naskah soal UN dengan lembar jawaban tidak terpisah. Jika pada tahun lalu peserta didik dapat menggunakan lembar jawaban temannya karena terpisah, mulai tahun ini naskah soal dengan lembar jawaban UN (LJUN) merupakan satu kesatuan. “Naskah soal dan lembar jawaban UN menggunakan sistem barcode,” katanya memberikan keterangan pers di sela-sela kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayan (RNPK) 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Depok, Selasa (12/2).
Khairil menjelaskan, dengan menggunakan barcode, maka peserta ujian tidak dapat saling tukar kode soal seperti tahun lalu. Dia mengungkapkan, kalau keduanya dipisah maka peserta didik akan menjawab soal secara salah, yang tidak cocok dengan lembar jawaban UN-nya. “Bayangkan kalau keliru, LJUN A dengan soalnya B, pasti jelek sekali nilai si anak,” katanya.
Oleh karena itu, dalam sosialisasi pihaknya menekankan agar jangan sampai lembar jawaban ujian tertukar. Jika lembar jawaban rusak agar minta diganti berikut soalnya. “Jangan hanya meminta lembar jawabannya saja,” katanya. Demikian sebaliknya, kalau naskah soal rusak jangan hanya minta diganti naskah soal, harus meminta ganti naskah soal beserta LJUN. “Karena merupakan satu paket dan ada kode yang saat dipindai (scan) akan ketahuan lembar LJUN mengacu soal yang mana,” katanya.
Hal senada disampaikan Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Teuku Ramli Zakaria. Dengan barcode, kata dia, peserta didik tidak perlu lagi menulis kode soal. “Kode soal tidak akan sama dengan yang lain karena berdasarkan barcode,” katanya.
Khairil menambahkan, persiapan UN sampai saat ini sampai pada merakit soal dan diharapkan cepat selesai. Adapun jumlah soal sebanyak 20 paket untuk setiap ruang ujian berisi 20 peserta. Meski demikian, kata dia, jumlah variasi paket soal tiap provinsi sebanyak 30 buah. “Soal untuk kelas A dan kelas B bisa berbeda karena dibuat 30 paket soal, tetapi dalam ruangan tetap 20 soal,” katanya.
Selain hal tersebut diatas Ujian Nasional tahun ini mengalami sejumlah perubahan. Mulai dari bertambahnya variasi soal yang sebelumnya hanya berjumlah lima, kini menjadi 20 variasi soal, hingga digunakannya sistembarcode pada naskah soal dan lembar jawaban UN (LJUN). Tidak hanya itu, komposisi bobot soal juga berubah. Bila tahun lalu bobot soal mudah sebanyak 10 persen, sedang 80 persen, dan sulit 10 persen, tahun ini bobot soal sulit ditambah lagi 10 persen. Dengan penambahan jumlah soal yang sulit itu, maka komposisi bobot soal pada UN 2013 ini menjadi 10 persen soal mudah, 70 persen sedang, dan 20 persen sulit.
sumber :
Read more
Rabu, 30 Januari 2013
Jadwal Ujian Nasional/UN 2013 SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK
Jadwal Ujian Nasional (UN) 2013 untuk setiap jenjang Pendidikan telah
ditetapkan dan pada hari ini 30 Januari sudah dipublikasikan. Kepala
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Aman Wirartakusumah,
mengatakan bahwa sesuai dengan jadwal yang telah disusun,
Penyelenggaraan UN (Ujian Nasional) 2013 akan dilangsungkan sekitar
bulan April 2013. Sementara itu untuk UN SD/MI dijadwalkan pada awal Mei
2013. Pihak Pemerintah mempublikasikan jadwal penyelenggaraan UN
secara resmi di setiap jenjang pendidikan, pasca Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan, Mohammad Nuh, menandatangani peraturan menteri (Permen)
Pendidikan dan Kebudayaan.
Jadwal UN Tahun
2013 kami publikasikan dengan bersumberkan Peratuan BSNP Nomor:
0020/P/BSNP/I/2013 dan Nomor: 0021/P/BSNP/I/2013 tentang POS Ujian
Nasional 2013.
Berikut kami sampaikan Jadwal UN untuk jenjang
SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK tahun 2013. Jadwal yang sudah ok berikut
ini meliputi jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK,
selamat menyimak!
Dengan jadwal yang tersusun tersebut, bertambahlah keyakinan kita bahwa ujian nasional tahun pelajaran 2012/2013 akan digelar. Sementara sebelumnya Pemerintah juga telah mensosialisasikan kisi-kisi UN sebagai bahan acuan untuk ujian. Dengan kisi-kisi tersebut diharapkan para calon peserta UNAS dan para pembimbingnya dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar kesuksesan ujian nasional dapat tercapai. Demikian info jadwal UN 2013 kami sampaikan, semoga bermanfaat! Amin Ya Rabbal Alamin!
Sumber : Peratuan BSNP Nomor: 0020/P/BSNP/I/2013 dan Nomor: 0021/P/BSNP/I/2013
Read more
Jadwal UN
Ujian Nasional SMA/MA 2013
Program IPA | ||||
| No | Mata Pelajaran | Soal | Waktu | Tanggal |
| 1 | Bahasa Indonesia | 50 | 120 menit | 15 April 2013 |
| 2 | Fisika | 40 | 120 menit | 16 April 2013 |
| 3 | Bahasa Inggris | 50 | 120 menit | 16 April 2013 |
| 4 | Matematika | 40 | 120 menit | 17 April 2013 |
| 5 | Kimia | 40 | 120 menit | 18 April 2013 |
| 6 | Biologi | 40 | 120 menit | 18 April 2013 |
Program IPS | ||||
| No | Mata Pelajaran | Soal | Waktu | Tanggal |
| 1 | Bahasa Indonesia | 50 | 120 menit | 15 April 2013 |
| 2 | Ekonomi | 40 | 120 menit | 16 April 2013 |
| 3 | Bahasa Inggris | 50 | 120 menit | 16 April 2013 |
| 4 | Matematika | 40 | 120 menit | 17 April 2013 |
| 5 | Sosiologi | 50 | 120 menit | 18 April 2013 |
| 6 | Geografi | 50 | 120 menit | 19 April 2013 |
Program Bahasa | ||||
| No | Mata Pelajaran | Soal | Waktu | Tanggal |
| 1 | Bahasa Indonesia | 50 | 120 menit | 15 April 2013 |
| 2 | Bahasa Asing | 50 | 120 menit | 16 April 2013 |
| 3 | Bahasa Inggris | 50 | 120 menit | 16 April 2013 |
| 4 | Matematika | 40 | 120 menit | 17 April 2013 |
| 5 | Antropologi | 50 | 120 menit | 18 April 2013 |
| 6 | Sastra Indonesia | 40 | 120 menit | 18 April 2013 |
Program Keagamaan | ||||
| No | Mata Pelajaran | Soal | Waktu | Tanggal |
| 1 | Bahasa Indonesia | 50 | 120 menit | 15 April 2013 |
| 2 | Tafsir | 50 | 120 menit | 16 April 2013 |
| 3 | Bahasa Inggris | 50 | 120 menit | 16 April 2013 |
| 4 | Matematika | 40 | 120 menit | 17 April 2013 |
| 5 | Fikih | 50 | 120 menit | 18 April 2013 |
| 6 | Hadits | 50 | 120 menit | 18 April 2013 |
Ujian Nasional SMP/MTs 2013
| No | Mata Pelajaran | Soal | Waktu* | Tanggal |
| 1 | Bahasa Indonesia | 50 | 120 menit | 22 April 2013 |
| 2 | Bahasa Inggris | 50 | 120 menit | 23 April 2013 |
| 3 | Matematika | 40 | 120 menit | 24 April 2013 |
| 4 | Ilmu Pengetahuan Alam | 40 | 120 menit | 25 April 2013 |
Ujian Nasional SMK 2013
| No | Mata Pelajaran | Soal | Waktu* | Tanggal |
| 1 | Praktik Kejuruan | 1 Paket | 18-24 jam | selesai dilaksanakan paling lambat tanggal 24 Maret 2013 |
| 2 | Bahasa Indonesia | 50 | 120 menit | 15 April 2013 |
| 3 | Bahasa Inggris | 50 | 120 menit | 16 April 2013 |
| 4 | Matematika | 40 | 120 menit | 17 April 2013 |
| 5 | Teori Kejuruan | 40 | 120 menit | 18 April 2013 |
Ujian Nasional SD/MI 2013
| No | Mata Pelajaran | Soal | Waktu* | Tanggal |
| 1 | Bahasa Indonesia | 50 | 120 menit | 6 Mei 2013 |
| 2 | Matematika | 40 | 120 menit | 7 Mei 2013 |
| 3 | Ilmu Pengetahuan Alam | 40 | 120 menit | 8 Mei 2013 |
Dengan jadwal yang tersusun tersebut, bertambahlah keyakinan kita bahwa ujian nasional tahun pelajaran 2012/2013 akan digelar. Sementara sebelumnya Pemerintah juga telah mensosialisasikan kisi-kisi UN sebagai bahan acuan untuk ujian. Dengan kisi-kisi tersebut diharapkan para calon peserta UNAS dan para pembimbingnya dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar kesuksesan ujian nasional dapat tercapai. Demikian info jadwal UN 2013 kami sampaikan, semoga bermanfaat! Amin Ya Rabbal Alamin!
Sumber : Peratuan BSNP Nomor: 0020/P/BSNP/I/2013 dan Nomor: 0021/P/BSNP/I/2013
Kurikulum pendidikan berubah 2013
"Siswa untuk mata pelajaran tahun depan sudah tidak lagi banyak menghafal, tapi lebih banyak kurikulum berbasis sains," kata Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Mohammad Nuh kepada pers di Kantor Wapres di Jakarta, Selasa.
Hal tersebut disampaikan Nuh usai memberikan presentasi mengenai pengembangan kurikulum 2013 yang dihadiri Wakil Presiden Boediono. Hadir dalam jumpa pers itu Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim.
Dikatakan Nuh, orientasi pengembangan kurikulum 2013 adalah tercapainya kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan.
Untuk tingkat SD, katanya, saat ini ada 10 mata pelajaran yang diajari, yaitu pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya dan keterampilan, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, serta muatan lokal dan pengembangan diri.
Tapi mulai tahun ajaran 2013/2014 jumlah mata pelajaran akan diringkas menjadi tujuh, yaitu pendidikan agama, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, seni budaya dan prakarya, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, serta Pramuka.
"Khusus untuk Pramuka adalah mata pelajaran wajib yang harus ada di mata pelajaran, dan itu diatur dalam undang-undang," kata Nuh.
Salah satu ciri kurikulum 2013, khususnya untuk SD, adalah bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran, yaitu dua mata pelajaran itu akan diintegrasikan kedalam semua mata pelajaran.
Dikatakan untuk IPA akan menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia dan matematika, sedangkan untuk IPS akan menjadi pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).
Mendikbud mengatakan, kurikulum 2013 itu diharapkan bisa diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013, tapi sebelumnya akan diuji publik sekitar November 2012.
"Masyarakat bisa memberikan masukan atas setiap elemen kurikulum mulai dari standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses hingga standar evaluasi. Adanya uji publik ini diharapkan kurikulum yang terbentuk telah menampung aspirasi masyarakat," papar Nuh.
(A025/C004)
Editor: Suryanto
Read more
Selasa, 22 Januari 2013
Silabus dan RPP Pelajaran Agama untuk MTs 2012
Untuk para tenaga pendidik
(guru) khusunya untuk guru tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) tidak perlu
bingung dan pusing untuk membuat silabus dan rpp. Karena disini kami
menyediakan beberapa silabus dan rpp khususnya untuk mata pelajaran yang
berbasis agama islam, yang dapat anda download untuk bahan pengajaran.
Semoga silabus dan rpp ini dapat bermanfaat buat para guru-guru.
Read more
Download Silabus RPP untuk MTs Kelas
VII
Download
Silabus RPP untuk MTs Kelas VIII
Download
Silabus RPP untuk MTs Kelas IX
Read more
Jumat, 30 November 2012
Aplikasi Pendataan UN 2012/2013
Dalam rangka pendataan calon peserta
Ujian Nasional (UN),penyelenggara tingkat pusat memfasilitasi
program pendataan secara offline dan online. Hal ini
dimaksudkan untuk mempermudah proses pendataan sehingga data yang
dihasilkan lebih cepat, tepat, akurat dan akuntabel.
Aplikasi Pendataan Ujian Nasional
meliputi jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs/SMPT, SMA/MA serta SMK adalah
sebuah sistem aplikasi untuk menangani mekanisme pendataan siswa calon
peserta Ujian Nasional.
Saat ini dan selanjutnya sistem pendataan calon peserta ujian nasional akan dilakukan secara online. Kita berharap kegiatan pendataan online ini akan berjalan dengan lancar tanpa halangan apa pun.
Saat ini dan selanjutnya sistem pendataan calon peserta ujian nasional akan dilakukan secara online. Kita berharap kegiatan pendataan online ini akan berjalan dengan lancar tanpa halangan apa pun.
Namun karena tidak semua daerah dapat
mengakses internet dengan baik maka, kami membuat aplikasi pendataan
offline ini, tujuannya adalah untuk memudahkan menginput data secara
offline dahulu terutama untuk daerah yang sulit mendapatkan jaringan
internet, kemudian diupload. Aplikasi ini tidak memerlukan instalasi,
cukup dengan mengcopy folder yang berisi file-file berikut:
1. BIODATA UN. Exe
2. msvsc71.dll
3. vfp9r.dll
4. vfp9renu.dll
5. vfp9t.dll
6. foxypreview.app
7. ReportBuilder.app
8. ReportOutput.app
9. ReportPreview.app
10. Kompetensi.dbf ( Khusus untuk keperluan SMK )
1. BIODATA UN. Exe
2. msvsc71.dll
3. vfp9r.dll
4. vfp9renu.dll
5. vfp9t.dll
6. foxypreview.app
7. ReportBuilder.app
8. ReportOutput.app
9. ReportPreview.app
10. Kompetensi.dbf ( Khusus untuk keperluan SMK )
Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan :
- Kode Provinsi yang dipakai adalah Kode Provinsi seperti UN 2011/2012.
- Kode Kota/Kabupaten tetap seperti kode UN 2011/2012 dan sama untuk Ujian Nasional SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, Paket A, Paket B, dan Paket C.
- Kode Sekolah harus sama dengan kode sekolah yang dipakai pada UN 2011/2012, kecuali ada pemekaran, dapat dikode ulang.
- Khusus SMK program 4 tahun, menggunakan 2 kode sekolah, kode diatas 900, untuk siswa yang diharapkan lulus tahun berikutnya (2013/2014), kode yang lama dipakai untuk siswa yang diharapkan lulus tahun pelajaran 2012/2013.
- Setiap sekolah/madrasah HARUS mempunyai NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) yang diterbitkan oleh PDSP.
- Jika siswa sudah memiliki NISN maka wajib dientrikan.
- Sebelum melakukan entri data, pastikan bahwa sudah mendownload file dari data base pusat yang bernama : rayon13_xxU.dbf dan sek13_xx01U.dbf ( xx = kode propinsi ) dan Kompetensi.dbf. File ini tidak boleh menggunakan file yang bukan dari data base pusat.
- Untuk MTs Sejawa Timur Khususnya MTs se-Kab. Madiun nih aku kasih Link download Data Base SKHUN dari SD,, jadi tinggal masukan nomor SKHUN muncul tuh nama, tanggal lahir sesuai ijazah... kayak gambar dibawah ini nih....
Minggu, 18 Desember 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
Halaman
Galery Foto
Jadwal Sholat
Tentang Kami
BEBERAPA PERTIMBANGAN MENGAPA
MTs NEGERI TULUNG MENJADI PILIHAN
2 . Lab. Komputer
3 . Lab. Bahasa (Standart Nasional)
4 . Perpustakaan
5 . Kegiatan Ekstrakurikuler
6 . Lingkuugan nyaman untuk belajar
7. Status Sekolah Negeri dan Terakreditasi ( A)





