Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Mei 2013

APLIKASI KONFIRMASI SATKER 2013

apl-konfirm Salah satu persyaratan dalam lampiran SPM-GU adalah surat setoran yang dilampirkan dalam SPM-GU baik surat setoran pajak (SSP) ataupun surat setoran bukan pajak (SSBP) telah divalidasi/dikonfirmasi oleh KPPN. Validasi surat setoran diperlukan untuk memastikan apakah penerimaan negara yang telah disetorkan telah masuk ke Kas Negara atau belum. Aplikasi Konfirmasi Penerimaan Satker adalah aplikasi yang dapat membantu satker dan KPPN agar lebih mudah melakukan konfirmasi surat setoran penerimaan negara. Aplikasi Ini memungkin validasi/konfirmasi surat setoran lebih cepat.
Aplikasi Konfirmasi Surat Setoran Penerimaan Negara digunakan untuk melakukan pengujian atas bukti setor yang diajukan oleh Satker/KPA maupun wajib bayar/wajib setor bahwa atas setoran dimaksud telah diterima di Kas Negara. Satker merekam data surat setoran penerimaan negara yang akan dikonfirmasi pada Aplikasi Konfirmasi dan menyampaikan ADK Konfirmasi ke KPPN. Selain itu, Wajib bayar/wajib setor melakukan perekaman data surat setoran penerimaan Negara dengan Aplikasi Konfirmasi Penerimaan untuk memastikan setorannya telah masuk ke Kas Negara.
Manfaat:
  1. Mempercepat proses konfirmasi. Konfirmasi dilakukan tanpa perlu menunggu laporan penerimaan masuk dari Bank Persepsi KPPN.
  2. Mengurangi kasus pemalsuan surat setoran penerimaan negara.
  3. Mengurangi kasus penggunaan surat setoran penerimaan negara lebih dari satu kali transaksi.
  4. Penerimaan negara yang disetorkan di Bank/Pos Persepsi di luar mitra kerja KPPN masing-masing satker kementerian/lembaga dapat dimintakan konfirmasi ke KPPN mitra kerja Satker.
INSTALASI APLIKASI
Instalasi Aplikasi Konfirmasi Penerimaan Satker sangat mudah. Hanya Double Klik file konfirmasibetha.exe maka akan terbentuk folder c:\tsa (default). Bagi yang hendak mengganti drive tempat penyimpanan Aplikasi Konfirmasi dapat menggantinya ke drive lain seperti d:\tsa ataupun e:\tsa. Khusus untuk komputer dengan sistem OS Windows 7 dan Vista, agar instalasi dilakukand dengan klik kanan - run as Administrator.
PENGGUNAAN APLIKASI
Setelah selesai instalasi, cari di folder tsa file konfirmasi_ver.betha.exe klik kanan lalu Send To Desktop agar tercita short cut di desktop untuk memudahkan penggunaan aplikasi saat dibutuhkan. Saat menggunakan aplikasi maka akan muncul permintaan user dan password. Isi user dengan "01" dan password dengan "tsa" (keduanya tanpa tanda petik "").
Setelah masuk aplikasi yang harus dilakukan pertama kali adalah mengisi setting aplikasi yang terdiri dari SETTING SATKER, PEJABAT dan PETUGAS. SETTING SATKER dan PEJABAT wajib dilakukan karena penting dalam identifikasi data dan pencetakan laporan. Sedangkan SETTING PETUGAS boleh dilakukan bila hendak mengganti user dan password aplikasi.
INPUT DATA
  1. Pilih Menu Data untuk melakukan input, ubah, hapus, kirim dan cetak data
  2. Klik Sub Menu Input Data untuk merekam data setoran penerimaan Negara
  3. Isikan nomor NTPN, NTB, kode Akun, dan Nilai Setor pada kolom yang tersedia seperti contoh diatas lalu klik Simpan
  4. Setelah berhasil disimpan.
  5. Jika sudah selesai merekam data setoran, klik tombol keluar untuk keluar dari sub menu ini
UBAH DATA
  1. Pilih Sub Menu Ubah untuk merubah data yang sudah di-input
  2. Lakukan perubahan langsung pada kolom-kolom grid yang akan dirubah, kemudian klik tombol Keluar untuk menyimpan data perubahan dan keluar dari sub menu ini .
HAPUS DATA
  1. Pilih Sub Menu Hapus untuk menghapus data yang telah di-input
  2. Menghapus data setoran yang telah di-input dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan pilihan tgl rekam atau kode NTPN
  3. Klik option tgl rekam, Isikan tanggal awal dan tanggal akhir dari tanggal perekaman data yang akan dihapus, kemudian klik tombol Hapus
  4. Penghapusan data dapat juga dilakukan dengan memilih option Kode NTPN, Isikan kode NTPN dari data yang akan dihapus, kemudian klik tombol hapus
  5. Klik tombol keluar untuk keluar dari Sub Menu Hapus Data
KIRIM DATA & CETAK
  1. Pilih Sub Menu Kirim Data dan Cetak untuk mengirim ADK ke KPPN dan mencetak daftar setoran yang telah di-input.
  2. Isikan tanggal awal dan tanggal akhir perekaman data yang akan dikirim, lalu pilih direktori pengiriman data dan klik tombol Proses Kirim Data.
  3. ADK kiriman akan terbentuk pada folder yang dituju dengan extension .TXT Adk ini lah yang harus dibawa/dikirimkan ke KPPN untuk dimintai konfirmasi apakah sudah masuk ke Kas Negara atau belum!
  4. Klik tombol cetak untuk mencetak daftar setoran penerimaan Negara
  5. Klik tombol keluar untuk keluar dari sub menu ini
UTILITY-BACKUP
  1. Jika memilih Sub Menu BackUp maka isikan tanggal awal dan tanggal akhir perekaman data yang akan di-backup kemudian klik tombol BackUp sampai muncul pesan “Data Berhasil Disimpan”.
  2. Data backup tersebut akan tersimpan pada direktori C:\tsa\backup\xxxxxxx.DBF. Klik tombol Keluar untuk keluar dari sub menu ini
UTILITY-RESTORE
Sub Menu Restore digunakan untuk me-restore data kedalam Aplikasi Konfirmasi Satker, dengan cara pilih file yang akan di-restore kemudian klik tombol Restore.
UTILIY-HAPUS DATA SAMPAH
Sub Menu Hapus Data Sampah digunakan untuk menghapus data yang sudah tidak terpakai secara permanen dari database dengan cara pilih Sub Menu Hapus Data Sampah kemudian klik tombol proses.
PERMASALAHAN SETELAH INSTALASI
Kadang kala setelah melakukan instalasi, aplikasi konfirmasi tidak mau terbuka. Hal ini dikarenakan file library yang belum terbentuk sempurna dalam folder tsa. Bila menemui masalah seperti ini maka pemecahannya cukup mudah. Masuk ke folder Aplikasi SPM 2012 dalam komputer, lalu copy semua file berekstensi/dengan akhiran .dll kemudian paste ke folder tsa. Aplikasi Konfirmasi Penerimaan pun telah bisa digunakan. Semoga Bermanfaat.

DOWNLOAD APLIKASI :
  1. Petunjuk operasional aplikasi konfirmasi satker
  2. Konfirmasibetha.exe
  3. Update_Konfirmasi_satker.2012.sfx.exe
  4. Update Aplikasi Konfirmasi Penerimaan Satker.docx
  5. Cara Instalasi Update Aplikasi Konfirmasi Penerimaan Negara SATKER 2012.docx
Read more

Minggu, 05 Mei 2013

Update Aplikasi GPP Satker versi 1 Mei 2013

Update Aplikasi GPP Satker versi 1 Mei 2013


Update Aplikasi GPP Satker versi 1 Mei 2013   [Added: Kamis, 2 Mei 2013]

Yang ditunggu-tunggu telah hadir: Update Aplikasi GPP Satker versi 1 Mei 2013 yang berhubungan dengan: 
  1. Update Gaji Pokok Baru Tahun 2013 PNS dan Polri
  2. Perbaikan Pembuatan Kekurangan Gaji Hakim
Dengan telah dikeluarkannya Peraturan Presiden yang baru NO 22 Tahun 2013 tentang Perubahan ke lima belas atas PP No 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS  maka aplikasi ini telah proses update referensi gaji pokok baru 2013.
Silakan Unduh via Mediafire di bawah ini:

                MyGPP_1MEI2013_databaseKOSONG.exe
BACKUP APLIKASI DAN DATABASE SEBELUM UPDATE


Sebelum melakukan update Aplikasi lebih baik anda melakukan backup Aplikasi dan database terlebih dahulu, jaga-jaga jika proses update mengalami kegagalan :
  1. Copy folder C:\AplGajiSatker ke dalam flashdisk/hardisk external
  2. Copy folder MyGPP ke dalam flashdisk/hardisk external dengan terlebih dahulu mematikan service dengan mengklik kanan mouse file mysql_uninstall.bat lalu pilih Run As Administrator.
  3. Selanjutnya hidupkan lagi service MyGPP dengan jalan mengklik kanan mouse file mysql_install.bat lalu pilih Run As Administrator.
  
CARA UPDATENYA SAMA SEPERTI SEBELUMNYA, ATAU SILAKAN BACA/UNDUH  SEMUA INFORMASI TENTANG TATA CARA UPDATE DAN PENJELASAN SELENGKAPNYA.
          

PENTING !!!!
 
BAGAIMANA APLIKASI GPP TANGGAL  01 MEI 2013 AGAR BISA DIGUNAKAN???



 
Dengan telah dikeluarkannya Peraturan Presiden yang baru NO 22 Tahun 2013 tentang Perubahan ke lima belas atas PP No 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS  maka aplikasi ini telah proses update referensi gaji pokok baru 2013. 
 
Gaji pokok yang baru ini belum bisa digunakan  sebelum direkam PP tersebut ke dalam perekaman perubahan masing-masing pegawai, oleh sebab itu di dalam update aplikasi tanggal 1 Mei ini dibuat satu menu baru untuk merekam PP tersebut ke seluruh perekaman Perubahan pegawai.
 
CARANYA:  
1
Masuk ke dalam menu Pegawai > Perekaman SK Gaji Pokok 
 

2
Maka akan tampil form perekaman SK Gaji pokok untuk seluruh pegawai, jadi hanya merekam 1 SK maka SK yang terdefault untuk seluruh pegawai akan terisi secara otomatis. Isikan :
·         Tanggal SK : tanggal PP No 22 Tahun 2013 yaitu tanggal 11 April 2013
·         No : PP No. 22 Tahun 2013
·         SK Dari : Presiden
·         TMT : 1 Januari 2013
·         Klik tomnol Proses
 
 
Update Aplikasi GPP Satker versi 1 Mei 2013   [Added: Kamis, 2 Mei 2013]
 
 3. Tunggu beberapa saat, sampai keluar seperti Picture di bawah ini:

Update Aplikasi GPP Satker versi 1 Mei 2013   [Added: Kamis, 2 Mei 2013]

 
Maka di menu perekaman perubahan untuk seluruh pegawai maka muncul SK baru, dengan nomor agenda baru dan terdefault otomatis.
 
 
 
 
MELENGKAPI PEREKAMAN KONFIGURASI SATKER
Dalam rangka memenuhi data kebutuhan SPAN maka aplikasi SPM ketika menerima ADK *.rkp dari aplikasi GPP sempat tervalidasi pengisian email,propinsi  dsb. Oleh sebab itu pada update kali ini satker harus melengkapi perekaman tersebut di menu Setting >  Konfigurasi.
Update Aplikasi GPP Satker versi 1 Mei 2013   [Added: Kamis, 2 Mei 2013]
Lengkapi isian Propinsi, email dan nomor telepon Kantor lalu klik tombol OK
PEMBUATAN KEKURANGAN GAJI SAMA UNTUK GAJI POKOK TAHUN 2013
Pembuatan kekurangan gaji pokok untuk seluruh pegawai dapat menggunakan tombol kekurangan sama
  1. Sebelum membuat kekurangan gaji pokok, lakukan load master gaji induk bulan Januari s.d. Juni 2013
  2. Buka menu kekurangan gaji
  3. Pilih para pegawai yang hendak dibuat kekurangan gajinya. 
  4. Klik tombol Kekurangan sama
  5. Pilih jenis kekurangan gaji pokok 
  6. Isi tahun 2013 
  7. Klik tombol gaji baru pilih gaji Juni 
  8. Isikan isian masa Januari s.d. Mei 2013, lalu klik tombol Simpan, maka proses kekurangan gaji akan terhitung seluruh nya.
 
 
 




KHUSUS UNTUK SATKER POLRI
Satker polri yang menggunakan aplikasi GPP dan BPP saat ini masih banyak yang menggunakan database GPP (MyGPP) yang lama yaitu versi Nopember 2012. Database tersebut tidak lengkap karena masih menggunakan referensi beras lama dan gaji pokok lama. Oleh karena itu diharapkan untuk menggunakan database versi baru ini langkah-langkahnya adalah sbb :
  1. Lakukan backup data pada aplikasi lama anda menggunakan menu Utilitas > Backup. Data yang terbackup adalah data PNS dan Polri menjadi 1 file backup
  2. Download database MyGPP versi tanggal 1 Mei 2013 yang kosong dari FTP perbendaharaan atau Download di sini: MyGPP_1MEI2013_databaseKOSONG-KHUSUS POLRI.rar
  3. Install database MyGPP versi tanggal 1 Mei 2013 dan gunakan aplikasi GPP versi tanggal 1 Mei 2013.
  4. Lakukan restore data file backup tersebut menggunakan menu utilitas > restore, maka data PNS dan Polri akan terestore semuanya.
  5. Copy file aplikasi BPP Polri ke dalam folder C:\aplGajisatker\. Sementara aplikasi BPP Polri tetap menggunakan yang lama sampai ada update yang baru.
  6. Pada aplikasi bulan November 2012 isian kode beras terlanjur menggunakan referensi yang lama yaitu kode 07 dengan jumlah Rp. 59.000-, yang seharusnya adalah kode 08 dengan jumlah Rp. 67.500,- dan ini sudah terlanjur terekam untuk semua pegawai. Oleh sebab itu di dalam menu aplikasi GPP PNS terdapat menu utilitas > ubah kode beras Satker POLRI.
  7. Jalankan menu ini dengan meng klik tombol proses. Maka semua data pegawai dan perubahan akan berubah kode berasnya menjadi 08, baik untuk PNS POLRI dan anggota POLRI, jadi tidak perlu mengubah satu per satu.
Read more

Selasa, 09 April 2013

Formulir Pendaftaran

Read more

Senin, 08 April 2013

SISTEM BARCODE UN 2013

Suatu terobosan dalam pelaksanaan Ujian Nasional  yang akan meminimalisir kecurangan dalam Ujian Nasional. Pasalnya pada tahun ini semakin ditingkatkan dengan sistem barcode. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi kecurangan sekaligus memperkuat kelemahan pelaksanaan di sekolah.Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini yang menggunakan sistem barcode membuat peserta perlu mengikuti tahapan kerja sebelum mulai mengerjakan soal. Peserta yang tidak memastikan bahwa ia menjawab pada LJUN yang benar, akan mendapat nilai yang jelek, karena saat dipindai, komputer akan keliru membaca.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh siswa pada saat pelaksanaan Ujian Nasional sehingga tidak merugikan diri sendiri, antara lain :
  1. Peserta harus memastikan bahwa antara naskah soal dan LJUN masih bersatu. Kalau sudah dalam keadaan terpisah, peserta wajib melaporkannya kepada pengawas dan meminta ganti. Jangan sampai peserta ambil risiko, tetap mengambil naskah soal dan LJUN yang sudah terpisah itu. Harus diganti dengan yang masih dalam kondisi bersatu.
  2. Pastikan pula bahwa naskah soal dan LJUN tidak dalam kondisi rusak. Peserta perlu memperhatikan satu per satu lembar pada naskah soal dan memastikan bahwa tidak ada satupun soal yang rusak atau tidak terbaca. Mengapa tahapan ini penting? Karena jika peserta menemukan soal yang rusak di tengah-tengah proses pengerjaan soal, peserta harus meminta naskah soal dan LJUN yang baru. Itu artinya, peserta harus menjawab dari nomor satu lagi.
  3. Begitu peserta telah memastikan bahwa naskah soal dan LJUN dalam keadaan masih bersatu dan tidak rusak, ia wajib menuliskan identitas di naskah soal dan LJUN. Setelah diisi, peserta diperbolehkan melepaskan LJUN dari naskah soal. Langkah ini penting untuk mengantisipasi tertukarnya naskah soal dengan LJUN.
Berikut ini dapat dilihat contoh LJUN 2013 dan dapat dilihat paket soal tidak terlihat di dalamnya namun menggunakan sistem barcode.
LJUN-2013-BARCODE

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro menyampaikan, mulai tahun ini naskah soal UN dengan lembar jawaban tidak terpisah. Jika pada tahun lalu peserta didik dapat menggunakan lembar jawaban temannya karena terpisah, mulai tahun ini naskah soal dengan lembar jawaban UN (LJUN) merupakan satu kesatuan. “Naskah soal dan lembar jawaban UN menggunakan sistem barcode,” katanya memberikan keterangan pers di sela-sela kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayan (RNPK) 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Depok, Selasa (12/2).
Khairil menjelaskan, dengan menggunakan barcode, maka peserta ujian tidak dapat saling tukar kode soal seperti tahun lalu. Dia mengungkapkan, kalau keduanya dipisah maka peserta didik akan menjawab soal secara salah, yang tidak cocok dengan lembar jawaban UN-nya. “Bayangkan kalau keliru, LJUN A dengan soalnya B, pasti jelek sekali nilai si anak,” katanya.
Oleh karena itu, dalam sosialisasi pihaknya menekankan agar jangan sampai lembar jawaban ujian tertukar. Jika lembar jawaban rusak agar minta diganti berikut soalnya. “Jangan hanya meminta lembar jawabannya saja,” katanya. Demikian sebaliknya, kalau naskah soal rusak jangan hanya minta diganti naskah soal, harus meminta ganti naskah soal beserta LJUN.  “Karena merupakan satu paket dan ada kode yang saat dipindai (scan) akan ketahuan lembar LJUN mengacu soal yang mana,” katanya.
Hal senada disampaikan Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Teuku Ramli Zakaria. Dengan barcode, kata dia, peserta didik tidak perlu lagi menulis kode soal. “Kode soal tidak akan sama dengan yang lain karena berdasarkan barcode,” katanya.
Khairil menambahkan, persiapan UN sampai saat ini sampai pada merakit soal dan diharapkan cepat selesai. Adapun jumlah soal sebanyak 20 paket untuk setiap ruang ujian berisi 20 peserta. Meski demikian, kata dia, jumlah variasi paket soal tiap provinsi sebanyak 30 buah. “Soal untuk kelas A dan kelas B bisa berbeda karena dibuat 30 paket soal, tetapi dalam ruangan tetap 20 soal,” katanya.
Selain hal tersebut diatas Ujian Nasional  tahun ini mengalami sejumlah perubahan. Mulai dari bertambahnya variasi soal yang sebelumnya hanya berjumlah lima, kini menjadi 20 variasi soal, hingga digunakannya sistembarcode pada naskah soal dan lembar jawaban UN (LJUN). Tidak hanya itu, komposisi bobot soal juga berubah. Bila tahun lalu bobot soal mudah sebanyak 10 persen, sedang 80 persen, dan sulit 10 persen, tahun ini bobot soal sulit ditambah lagi 10 persen. Dengan penambahan jumlah soal yang sulit itu, maka komposisi bobot soal pada UN 2013 ini menjadi 10 persen soal mudah, 70 persen sedang, dan 20 persen sulit.
sumber :
  1. http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/1053
Read more

Selasa, 19 Maret 2013

Banjari Sebagai Seni Islami Yang Memberi Inspirasi








Ditengah guyuran hujan siswa siswi MTsN Tulung yang mengikuti ekstra Seni Hadrah tetap antusias penuh semangat serius namun juga santai. Nampak yang mengikuti latihan para siswi semua termasuk yang menabuh banjari di bantu pak supriadi. "Besok rencananya siswa Laki-laki akan gabung latihan, dan kebetulan mereka sudah terbiasa banjarian di Mushola dan Madrasah diniyah tiap sore. Demikian dijelaskan Nur Habib Mustofa, Waka Kesiswaan disela-sela mendampingi latihan hadrah. 

Latihan ini dipandu langsung oleh Ustadz Syamsul Bakri dan Supriadi, kegiatan ini berlangsung dengan lancar. Kegiatan ini rutin sebagai bagian dari kegiatan PPL Mahasiswa STAI Ma’arif Magetan. Sholawat merupakan kewajiban bagi umat islam sebagimana Firman Allah SWT dalam Al Qur’an yang terjemahnya “Sesungguhnya Allah dan para Malikat-Nya bersholawat kepada Nabi . . .”. Untuk itu kita harus senantiasa menggemakannya dalam setiap waktu dan relung kita. Kegiatan ini juga positif dalam membentuk karakteristik siswa yang islami menuju generasi muslim yang unggul dan handal yang dapat diandalkan, harap Pak Nur, begitu biasa disapa di Madrasah.
Read more

Senin, 11 Februari 2013

PERKENALAN DENGAN MAHASISWA IAIN SURABAYA DAN STAIM MAGETAN






           Senin, 11 Pebruari 2013 bertempat di halaman MTsN Tulung diadakan perkenalan antara tenaga Pendidik dan Kependidikan, siswa siswi MTsN Tulung dengan Mahasiswa STAIM Magetan yang sedang praktik mencari pengalaman pembelajaran di Madrasah dalam rangka PPL. Pada Selasa 5 pebruari yang lalu mahasiswa yang PPL telah diserahterimakan oleh pihak kampus kepada Kepala Madrasah yang di wakili oleh Dosen Pembimbing, Drs. Munirul Ikhwan, M. Pd I. mereka akan menimba pengalaman di MTsN Tulung sampai tanggal 23 Maret 2013.
           Dalam sambutanya Bapak Munir menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak lembaga yang menerima dan bersedia di tempati kegiatan PPL Mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam dari STAI Ma'arif Magetan. Dalam kata sambutan, Kepala MTsN Tulung Drs. Hari Sumanto, M. Pd I menyapaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak kampus dan khususnya Mahasiswa yang PPL yang memilih Madrasah ini, Beliau menginginkan kepada para Mahasiswa untuk memberikan informasi dan teori-teori serta metode-metode terkini yang di pelajari di kampus. "tentunya temen-temen Mahasiswa masih mempunyai dan membawa metode terkini serta terbaru yang bisa diterapkan di Madrasah kami, tentu ini akan sangat membantu bagi Bapak-Ibu Guru dalam melaksanakan pembelajaran",   harap Kepala MTsN Tulung. Sementara itu kordinator PPL Supriadi mengatakan dipilihnya MTsN Tulung sebagai tempat PPL karena ingin mengetahui dan merasakan bagaimana suka dan dukanya mengajar siswa di daerah Tulung. Lebih lanjut Mas Supriadi menegaskan karena STAIM dan MTs merupakan lembaga yang sama-sama dibawah naungan Kementerian Agama. Jadi akan sangat lebih membanggakan bagi kami bisa mencari pengalaman dan memberikan dedikasi serta sumbangsih pada lembaga di Kemenag, ujar laki-laki yang mahir seni hadrah ini.
           Sebelum serah terima mahasiswa PPL dari STAIM Magetan, pihak madrasah juga telah menerima kunjungan mahasiswa IAIN Surabaya yang KKN di Desa Tulung untuk juga turut mengabdi di MTsN Tulung. Mereka mendapat time pada jam ekstra di kelas unggulan yang dilaksanakan selesai sholat Dhuhur dengan mengajar kelas unggulan bidang studi UN dan PAI serta Bahasa Arab. mereka akan berada di Tulung selama 3 minggu kedepan.(nur habib)
Read more

Rabu, 30 Januari 2013

Jadwal Ujian Nasional/UN 2013 SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK

Jadwal Ujian Nasional (UN) 2013 untuk setiap jenjang Pendidikan telah ditetapkan dan pada hari ini 30 Januari sudah dipublikasikan. Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Aman Wirartakusumah, mengatakan bahwa sesuai dengan jadwal yang telah disusun, Penyelenggaraan UN (Ujian Nasional) 2013 akan dilangsungkan sekitar bulan April 2013. Sementara itu untuk UN SD/MI dijadwalkan pada awal Mei 2013. Pihak Pemerintah mempublikasikan jadwal penyelenggaraan UN secara resmi di setiap jenjang pendidikan, pasca Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, menandatangani peraturan menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan.

Jadwal UN Tahun 2013 kami publikasikan dengan bersumberkan Peratuan BSNP Nomor: 0020/P/BSNP/I/2013 dan Nomor: 0021/P/BSNP/I/2013 tentang POS Ujian Nasional 2013.
Berikut kami sampaikan Jadwal UN untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK tahun 2013. Jadwal yang sudah ok berikut ini meliputi jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK, selamat menyimak!

Jadwal UN

Ujian Nasional SMA/MA 2013


Program IPA



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Fisika 40 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Kimia 40 120 menit 18 April 2013
6 Biologi 40 120 menit 18 April 2013





Program IPS



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Ekonomi 40 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Sosiologi 50 120 menit 18 April 2013
6 Geografi 50 120 menit 19 April 2013





Program Bahasa



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Bahasa Asing 50 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Antropologi 50 120 menit 18 April 2013
6 Sastra Indonesia 40 120 menit 18 April 2013










Program Keagamaan




No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Tafsir 50 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Fikih 50 120 menit 18 April 2013
6 Hadits 50 120 menit 18 April 2013


Ujian Nasional SMP/MTs 2013


No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 22 April 2013
2 Bahasa Inggris 50 120 menit 23 April 2013
3 Matematika 40 120 menit 24 April 2013
4 Ilmu Pengetahuan Alam 40 120 menit 25 April 2013


Ujian Nasional SMK 2013


No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Praktik Kejuruan 1 Paket 18-24 jam selesai dilaksanakan paling lambat tanggal 24 Maret 2013
2 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Teori Kejuruan 40 120 menit 18 April 2013


Ujian Nasional SD/MI 2013


No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 6 Mei 2013
2 Matematika 40 120 menit 7 Mei 2013
3 Ilmu Pengetahuan Alam 40 120 menit 8 Mei 2013


Dengan jadwal yang tersusun tersebut, bertambahlah keyakinan kita bahwa ujian nasional tahun pelajaran 2012/2013 akan digelar. Sementara sebelumnya Pemerintah juga telah mensosialisasikan kisi-kisi UN sebagai bahan acuan untuk ujian. Dengan kisi-kisi tersebut diharapkan para calon peserta UNAS dan para pembimbingnya dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar kesuksesan ujian nasional dapat tercapai. Demikian info jadwal UN 2013 kami sampaikan, semoga bermanfaat! Amin Ya Rabbal Alamin!
Sumber : Peratuan BSNP Nomor: 0020/P/BSNP/I/2013 dan Nomor: 0021/P/BSNP/I/2013 
Read more

Kurikulum pendidikan berubah 2013

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah akan mengubah kurikulum Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, serta Sekolah Menengah Kejuruan dengan menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik melalui penilaian berbasis test dan portofolio saling melengkapi.

"Siswa untuk mata pelajaran tahun depan sudah tidak lagi banyak menghafal, tapi lebih banyak kurikulum berbasis sains," kata Menteri Pendidikan 

dan Kebudayaan Mohammad Nuh kepada pers di Kantor Wapres di Jakarta, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Nuh usai memberikan presentasi mengenai pengembangan kurikulum 2013 yang dihadiri Wakil Presiden Boediono. Hadir dalam jumpa pers itu Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim.

Dikatakan Nuh, orientasi pengembangan kurikulum 2013 adalah tercapainya kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan.

Untuk tingkat SD, katanya, saat ini ada 10 mata pelajaran yang diajari, yaitu pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya dan keterampilan, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, serta muatan lokal dan pengembangan diri.

Tapi mulai tahun ajaran 2013/2014 jumlah mata pelajaran akan diringkas menjadi tujuh, yaitu pendidikan agama, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, seni budaya dan prakarya, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, serta Pramuka.

"Khusus untuk Pramuka adalah mata pelajaran wajib yang harus ada di mata pelajaran, dan itu diatur dalam undang-undang," kata Nuh.

Salah satu ciri kurikulum 2013, khususnya untuk SD, adalah bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran, yaitu dua mata pelajaran itu akan diintegrasikan kedalam semua mata pelajaran.

Dikatakan untuk IPA akan menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia dan matematika, sedangkan untuk IPS akan menjadi pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).

Mendikbud mengatakan, kurikulum 2013 itu diharapkan bisa diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013, tapi sebelumnya akan diuji publik sekitar November 2012.

"Masyarakat bisa memberikan masukan atas setiap elemen kurikulum mulai dari standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses hingga standar evaluasi. Adanya uji publik ini diharapkan kurikulum yang terbentuk telah menampung aspirasi masyarakat," papar Nuh.

(A025/C004)

Editor: Suryanto
Read more

Selasa, 29 Januari 2013

Terapi Tahajud Oleh Prof. Dr.Moh.Sholeh


Prof. Dr. Moh. Sholeh, Hidup sehat dengan Tahajud


Perkembangan zaman yang sedemikian pesat membuat banyak orang mudah terkena stres. Dan biasanya, kalau stres sudah menyerang, imunitas tubuh akan melemah, sehingga berbagai penyakit pun mudah hinggap. Alhamdulilah, Allah swt telah memberikan terapi dan obat untuk permasalahan tersebut, yakni lewat shalat tahajud. Prof Sholeh telah membuktikan melalui penelitiannya.
Sebagai seorang Muslim, kita pasti yakin bahwa perintah Allah pada manusia selalu membawa kebaikan. Namun, tak banyak orang yang dengan serius memikirkan dan mencoba membuktikan hal itu. Satu di antara yang sedikit itu adalah Prof Dr Mohammad Sholeh. Guna meraih gelar doktor-nya di Universitas Airlangga, bapak 4 anak ini pun melakukan penelitian bertajuk Pengaruh Shalat Tahajud Terhadap Peningkatan Perubahan Response Ketahanan Tubuh Imonologik.
Hasil penelitian itu ternyata mencengangkan. “Shalat tahajud itu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit,” ujar dosen yang sekaligus Guru Besar di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya ini. Berbekal hasil penelitian ini pula, Sholeh lantas membuka Rumah Sehat, yang berbeda dengan bukan Rumah Sakit pada umumnya. Rumah Sehat yang sudah mendapat sertifikasi dari Departemen Kesehatan ini berprinsip membangun motivasi dan kepercayaan diri pasien bahwa mereka bisa mencapai kesehatan dengan mengikuti terapi berkelanjutan yang berbasis pada ibadah kepada Allah Swt.
Keluarga Sederhana, Pendukung Cita-cita
Lahir di Kediri, 9 Desember 1960 sebagai bagian dari keluarga 'besar' dengan 8 saudara kandung membuat Sholeh terbiasa hidup sederhana. Kondisi keluarga yang terbatas, memyebabkan tidak semua saudara Sholeh bisa mengenyam dunia pendidikan. Hal ini lantas membuat Sholeh berpikir, Apakah hanya orang yang punya uang yang bisa sekolah?
Berbekal pemikiran bahwa Islam tidak membatasi keinginan setiap orang untuk belajar, Sholeh pun berjuang. Saat itu lulusan madrasah dari Pesantren tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Namun Sholeh tidak hilang akal, dia mengikuti ujian persamaan di MtsN (Madrasah Tsanawiyah Negeri) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) hingga diterima kuliah di Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Tribakti Kediri. Untuk membiayai kuliahnya, selama kuliah Sholeh mencari dana secara mandiri dengan berjualan.
Lulus sebagai sarjana muda tidak lantas membuat Sholeh puas. Berbekal keinginan memperoleh ijazah sarjana (S1), Sholeh mendaftar dan diterima sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tiga tahun setelah lulus, Sholeh mendapat kesempatan melanjutkan belajarnya di S2 Fakultas Psikologi Konseling IKIP Negeri Malang. Selepas itu dia melanjutkan S3-nya di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya.
“Awalnya untuk program doktor, saya mau memilih psikologi juga, tapi malah ditawari masuk fakultas kedokteran oleh salah seorang profesor. Namun ada syaratnya memang, yaitu saya harus bisa menciptakan sebuah ide baru dalam bidang kedokteran. Awalnya saya pikir apa saya bisa, mengingat selama ini saya tidak pernah menekuni dunia kedokteran, tapi saya coba saja. Apalagi saya memang sudah terbiasa tahajud dan merasakan manfaatnya. Maka dari kebiasaan menerapkan ilmu tahajud, lalu coba saya teliti.”
Berawal dari pengalaman
Bukan tanpa latar belakang bahwa Sholeh kemudian memutuskan meneliti shalat tahajud. Semua ini diawali dari pengalaman pribadinya yang berujung pada merasakan benar manfaat dan khasiat shalat tahajud.
“Mulanya, sejak masuk pesantren saya mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh,” kata santri jebolan dari Pesantren Lirboyo Kediri ini. Sakit itu ternyata berupa sejenis kanker kulit yang membuat seluruh tubuhnya melepuh. Tak hanya sakit, orang lain pun menjadi jijik melihatnya.
Sakit yang berlangsung selama bertahun-tahun itu tidak kunjung sembuh meski Sholeh sudah berupaya berobat kesana kemari. Hingga akhirnya, Sholeh memasrahkan dirinya pada Allah. Dia kembalikan semua masalah sakitnya ini pada pemilik penyakit dan pemiliki kesembuhan, Allah swt dengan memohon kesembuhan secara sungguh-sungguh.
“Maka saya matikan lampu dan saya pun berduaan dengan Allah,” ungkap pendiri rumah sehat Avicenna di Kwangkalan kota Kediri ini. Ajaib, setelah pasrah total kepada Allah dan rutin bertahajud, justru penyakit Sholeh sembuh dengan sendirinya. Boleh dikata, itulah tahap awal Sholeh menerapkan terapi tahajud pada dirinya sendiri.
Namun manfaat itu baru dirasakan Sholeh sendiri. Padahal, Sholeh sendiri sudah merasakan ketertarikan mendalam pada sholat yang menurutnya amat istimewa ini dan ingin berbagi pula pada banyak orang.
Mengapa tahajud menjadi istimewa? “Karena pertama tidak ada shalat sunat lain yang langsung dianjurkan oleh Allah sebagaimana tertuang dalam surat Al-Isra ayat 79, Dan pada sebagian malam, hendaknya kalian bertahajud (sebagai suatu) tambahan bagimu mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.' Begitu pula anjuran shalat malam terdapat dalam Al-Muzzammil 1-10,” jelas suami Siti Fatimah ini.
Keistimewaan kedua, lanjut Sholeh, Rasulllah saw sendiri telah mencontohkan betapa beliau itu tidak pernah meninggalkan shalat tahajud baik di kala aman maupun di kala perang, seperti perang Badar. Ketiga, karena begitu banyaknya hadis-hadis yang membahas soal keutamaan shalat tahajud, yaitu masa dua pertiga malam di mana Allah berjanji akan mengabulkan doa setiap hambanya.
Karena ini semua, dan melihat pula bahwa tahajud itu merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh Nabi serta para sahabat, Sholeh melihat shalat sunnah yang satu ini tentulah amat istimewa. “Maka saya pun mulai mencari ada apa di balik tahajud itu dan ternyata memang terbukti kalau ternyata tahajud itu bisa dibuktikan secara medis memberikan manfaat.”
Tahajud menenangkan dan menyehatkan
Dengan pemahaman ini plus pengalaman pribadinya, Sholeh pun mantap meneliti metode penyembuhan penyakit melalui shalat tahajud dengan pendekatan psiko neuroimunologi. Psiko neuroimunologi adalah ilmu yang mengkaji tentang modifikasi sistem imun karena sebab dan proses, yang berarti keadaan imunitas tubuh dalam keadaan stres.
“Jadi singkatnya ilmu ini mengkaji kesan pikiran, bahwa pesan pikiran itu berpengaruh pada kegiatan fisik dan begitu pula kegiatan fisik pun berpengaruh pada pikiran. Di sanalah kemudian masalah akidah dan ketakwaan seseorang akan berhubungan dengan faktor sakitnya.”
Ketika meneliti tentang tahajud ini, Sholeh mengambil sampel 51 anak SMU Lukmanul Hakim di Pesantren Hidayatullah Surabaya. Sebelum melakukan shalat tahajud, para siswa ini diambil darahnya lalu mereka melakukan shalat tahajud selama sebulan, kemudian diambil lagi darahnya dan setelah dua bulan shalat tahajud diambil sekali lagi darahnya.
“Variabel yang diteliti itu ada 9 yaitu makrovat, boisisovir, momorsi, antibodi, imbulin a, n,g, b,, e, dan hormon kortisol yang dihasilkan oleh anak ginjal. Kalau hormon kortisol penuh itu merupakan tanda-tanda kalau seseorang sedang mengalami stres. Penumpukan hormon ini dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker, liver, jantung. Hipertensi, dsb. Nah, ketika saya meneliti tahajud itu ternyata tahajud itu bisa mengurangi jumlah hormon kortisol yang meningkat menjadi luminitataif atau seimbang sehingga mengurangi tingkat stres seseorang. Jadi, sistem imunitasnya menjadi baik.
Memang, orang yang stres diketahui rentan dengan penyakit terutama kanker. Sebaliknya dengan tingkat stres yang rendah, berarti seseorang itu memiliki imun yang kuat sehingga tubuhnya mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa shalat tahajud itu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit,” papar aktivis di Ikatan Ahli Patobiologi Indonesia ini lagi.
Tetapi shalat tahajud yang dapat dirasakan manfaatnya tentu bukan sekadar “melakukan” shalat tahajud. Namun shalat tahajud yang dilakukan dengan khusuk, yang didasari oleh kesadaran mendalam terhadap makna, tujuan, dan konsekuensinya. “Jadi ini bukan sekedar ritual untuk menggugurkan kewajiban, sehingga pada pelaksanaannya tetap harus dikerjakan dengan rileks, namun rutin dan disertai dengan ketepatan gerakannya,” jelas ayah dari M. Rumrowi Shaleh (18), Ilma Nafia (14), M. Iza Darijal Ilmi (7), dan Dul Yah Darojah (5) ini.
Tentu saja Sholeh tak omong belaka. Dia sendiri kini membiasakan dirinya shalat tahajud dan juga membudayakannya pada keluarga. “Saya membiasakan shalat tahajud, dan sebelum mengajak orang lain, saya terapkan dulu pada keluarga. Alhamdulillah istri dan anak-anak mau mengikuti meski yang anak-anak masih suka bolos. Tetapi paling tidak sudah ada keinginan untuk beribadah.”
Klinik Rumah Sehat
Kini selain aktif mengajar, Prof Sholeh juga mendirikan klinik yang diberinya nama Rumah Sehat Avicenna yang terletak di Desa Tempurejo Kota Kediri. Meski sama menerapi penyakit menuju kesembuhan, dan juga ada pendampingan oleh dokter, tapi tak seperti Rumah Sakit pada umumnya, Rumah Sehat mendasari metode pengobatannya dengan terapi yang lebih mirip pesantren kilat.
Di sini, jika ada pasien yang baru masuk, langkah pertama yang dilakukan Sholeh adalah menanyakan pada si pasien secara detil tentang dirinya. Seperti umurnya berapa, pekerjaannya apa, lalu bila agamanya Islam maka akan ditanyakan juga apakah sudah rutin menjalankan shalat lima waktu atau belum, bisa membaca Al-Quran atau tidak, suka mengerjakan shalat sunah atau tidak, dan seterusnya.
Setelah itu barulah pasien ditanya soal penyakitnya. Misalnya bagaimana proses terjadinya, kapan mulainya lalu ditanyakan juga apakah ada pikiran yang mengganggu selama itu? “Karena biasanya penyakit itu baru datang pada periode tertentu disebabkan karena pikiran atau perilaku mereka. Jadi saya tanyakan pikiran dan perilaku apa yang bisa membuat stres,” kata orang pertama di IAIN Sunan Ampel yang memperoleh gelar Profesor Psikologi Islam ini.
Sebab, lanjut Sholeh, penyakit itu bukan hanya satu penyebabnya tapi bisa karena pola pikir, pola perilaku, pola makan, pola ibadah ataupun ketetapan Allah. Bisa juga dari harapan yang terlalu tinggi tapi belum tercapai. “Nah, nanti kami yang membantu untuk memberikan jalan keluar. Kadang bisa sampai ke lingkup keluarga jika memang si pasien bermasalah dengan keluarganya, barulah dari sini diberikan terapi sesuai kebutuhan.”
Jika pasien menjalani rawat inap, maka mereka diharuskan mengikuti rangkaian terapi. Dimulai saat bangun pagi lalu shalat Subuh berjamaah. Kemudian olahraga, yakni berjalan dan berlari. Dilanjutkan dengan sarapan, lalu shalat hajat dan shalat dhuha. Mengapa pasien disuruh shalat Hajat dan Dhuha? “Ini dimaksudkan untuk membangun mindset bahwa yang menyembuhkan itu hakikatnya bukan dokter tapi Allah dan kita hanya bisa berikhtiar meminta kesembuhan pada Allah,” jelas Sholeh.
Lalu pasien diminta mengikuti senam Tawakal yaitu senam yang berisi gerakan-gerakan yang bisa dikatakan sebagai penyerahan diri kepada Allah. Setelah itu shalat Zhuhur berjamaah, shalat Ashar berjamaah dan pasien pun kemudian diajak mengikuti kajian tentang manusia, seperti mengapa Allah menciptakan manusia, mengapa ada orang yang susah ada yang senang, ada yang kaya ada yang miskin dan sebagainya. Lalu bagaimana menyikapinya yang intinya mengajak pasien untuk mengembalikan semuanya pada Allah.
Barulah pada malam hari, terapi dilanjutkan dengan mengajak pasien shalat tahajud, minimal 2 rakaat yang dilanjutkan dengan witir dan muhasabah (renungan). Proses penyembuhan ini dilakukan secara terus menerus di rumah sehat dan sebisa mungkin dilanjutkan ketika pasien sudah pulang ke rumah.
Metode penyembuhan yang dilakukan Rumah Sehat ini sudah dibuktikan oleh ratusan orang yang pernah berobat ke sana. Tak hanya dari orang di sekitar Kediri, namun dari segala penjuru termasuk dari luar Jawa. Pasiennya pun beragam, dan  tidak sedikit yang justru berlatar belakang praktisi dunia kedokteran.
Ini agaknya disebabkan sudah semakin banyaknya orang yang memperoleh bukti bahwa tahajud tak hanya menenangkan jiwa namun juga menyehatkan raga. 
ini Firdaus/wawancara: Firda Kurnia
Read more