Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 April 2013
Selasa, 09 April 2013
Senin, 08 April 2013
SISTEM BARCODE UN 2013
Suatu terobosan dalam pelaksanaan Ujian Nasional yang akan
meminimalisir kecurangan dalam Ujian Nasional. Pasalnya pada tahun ini
semakin ditingkatkan dengan sistem barcode. Hal ini dilakukan untuk
menghindari potensi kecurangan sekaligus memperkuat kelemahan
pelaksanaan di sekolah.Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini yang
menggunakan sistem barcode membuat peserta perlu mengikuti tahapan kerja sebelum mulai mengerjakan soal. Peserta
yang tidak memastikan bahwa ia menjawab pada LJUN yang benar, akan
mendapat nilai yang jelek, karena saat dipindai, komputer akan keliru
membaca.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh siswa pada saat pelaksanaan Ujian Nasional sehingga tidak merugikan diri sendiri, antara lain :
Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro menyampaikan, mulai tahun ini naskah soal UN dengan lembar jawaban tidak terpisah. Jika pada tahun lalu peserta didik dapat menggunakan lembar jawaban temannya karena terpisah, mulai tahun ini naskah soal dengan lembar jawaban UN (LJUN) merupakan satu kesatuan. “Naskah soal dan lembar jawaban UN menggunakan sistem barcode,” katanya memberikan keterangan pers di sela-sela kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayan (RNPK) 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Depok, Selasa (12/2).
Khairil menjelaskan, dengan menggunakan barcode, maka peserta ujian tidak dapat saling tukar kode soal seperti tahun lalu. Dia mengungkapkan, kalau keduanya dipisah maka peserta didik akan menjawab soal secara salah, yang tidak cocok dengan lembar jawaban UN-nya. “Bayangkan kalau keliru, LJUN A dengan soalnya B, pasti jelek sekali nilai si anak,” katanya.
Oleh karena itu, dalam sosialisasi pihaknya menekankan agar jangan sampai lembar jawaban ujian tertukar. Jika lembar jawaban rusak agar minta diganti berikut soalnya. “Jangan hanya meminta lembar jawabannya saja,” katanya. Demikian sebaliknya, kalau naskah soal rusak jangan hanya minta diganti naskah soal, harus meminta ganti naskah soal beserta LJUN. “Karena merupakan satu paket dan ada kode yang saat dipindai (scan) akan ketahuan lembar LJUN mengacu soal yang mana,” katanya.
Hal senada disampaikan Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Teuku Ramli Zakaria. Dengan barcode, kata dia, peserta didik tidak perlu lagi menulis kode soal. “Kode soal tidak akan sama dengan yang lain karena berdasarkan barcode,” katanya.
Khairil menambahkan, persiapan UN sampai saat ini sampai pada merakit soal dan diharapkan cepat selesai. Adapun jumlah soal sebanyak 20 paket untuk setiap ruang ujian berisi 20 peserta. Meski demikian, kata dia, jumlah variasi paket soal tiap provinsi sebanyak 30 buah. “Soal untuk kelas A dan kelas B bisa berbeda karena dibuat 30 paket soal, tetapi dalam ruangan tetap 20 soal,” katanya.
Selain hal tersebut diatas Ujian Nasional tahun ini mengalami sejumlah perubahan. Mulai dari bertambahnya variasi soal yang sebelumnya hanya berjumlah lima, kini menjadi 20 variasi soal, hingga digunakannya sistembarcode pada naskah soal dan lembar jawaban UN (LJUN). Tidak hanya itu, komposisi bobot soal juga berubah. Bila tahun lalu bobot soal mudah sebanyak 10 persen, sedang 80 persen, dan sulit 10 persen, tahun ini bobot soal sulit ditambah lagi 10 persen. Dengan penambahan jumlah soal yang sulit itu, maka komposisi bobot soal pada UN 2013 ini menjadi 10 persen soal mudah, 70 persen sedang, dan 20 persen sulit.
sumber :
Read more
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh siswa pada saat pelaksanaan Ujian Nasional sehingga tidak merugikan diri sendiri, antara lain :
- Peserta harus memastikan bahwa antara naskah soal dan LJUN masih bersatu. Kalau sudah dalam keadaan terpisah, peserta wajib melaporkannya kepada pengawas dan meminta ganti. Jangan sampai peserta ambil risiko, tetap mengambil naskah soal dan LJUN yang sudah terpisah itu. Harus diganti dengan yang masih dalam kondisi bersatu.
- Pastikan pula bahwa naskah soal dan LJUN tidak dalam kondisi rusak. Peserta perlu memperhatikan satu per satu lembar pada naskah soal dan memastikan bahwa tidak ada satupun soal yang rusak atau tidak terbaca. Mengapa tahapan ini penting? Karena jika peserta menemukan soal yang rusak di tengah-tengah proses pengerjaan soal, peserta harus meminta naskah soal dan LJUN yang baru. Itu artinya, peserta harus menjawab dari nomor satu lagi.
- Begitu peserta telah memastikan bahwa naskah soal dan LJUN dalam keadaan masih bersatu dan tidak rusak, ia wajib menuliskan identitas di naskah soal dan LJUN. Setelah diisi, peserta diperbolehkan melepaskan LJUN dari naskah soal. Langkah ini penting untuk mengantisipasi tertukarnya naskah soal dengan LJUN.
Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro menyampaikan, mulai tahun ini naskah soal UN dengan lembar jawaban tidak terpisah. Jika pada tahun lalu peserta didik dapat menggunakan lembar jawaban temannya karena terpisah, mulai tahun ini naskah soal dengan lembar jawaban UN (LJUN) merupakan satu kesatuan. “Naskah soal dan lembar jawaban UN menggunakan sistem barcode,” katanya memberikan keterangan pers di sela-sela kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayan (RNPK) 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Depok, Selasa (12/2).
Khairil menjelaskan, dengan menggunakan barcode, maka peserta ujian tidak dapat saling tukar kode soal seperti tahun lalu. Dia mengungkapkan, kalau keduanya dipisah maka peserta didik akan menjawab soal secara salah, yang tidak cocok dengan lembar jawaban UN-nya. “Bayangkan kalau keliru, LJUN A dengan soalnya B, pasti jelek sekali nilai si anak,” katanya.
Oleh karena itu, dalam sosialisasi pihaknya menekankan agar jangan sampai lembar jawaban ujian tertukar. Jika lembar jawaban rusak agar minta diganti berikut soalnya. “Jangan hanya meminta lembar jawabannya saja,” katanya. Demikian sebaliknya, kalau naskah soal rusak jangan hanya minta diganti naskah soal, harus meminta ganti naskah soal beserta LJUN. “Karena merupakan satu paket dan ada kode yang saat dipindai (scan) akan ketahuan lembar LJUN mengacu soal yang mana,” katanya.
Hal senada disampaikan Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Teuku Ramli Zakaria. Dengan barcode, kata dia, peserta didik tidak perlu lagi menulis kode soal. “Kode soal tidak akan sama dengan yang lain karena berdasarkan barcode,” katanya.
Khairil menambahkan, persiapan UN sampai saat ini sampai pada merakit soal dan diharapkan cepat selesai. Adapun jumlah soal sebanyak 20 paket untuk setiap ruang ujian berisi 20 peserta. Meski demikian, kata dia, jumlah variasi paket soal tiap provinsi sebanyak 30 buah. “Soal untuk kelas A dan kelas B bisa berbeda karena dibuat 30 paket soal, tetapi dalam ruangan tetap 20 soal,” katanya.
Selain hal tersebut diatas Ujian Nasional tahun ini mengalami sejumlah perubahan. Mulai dari bertambahnya variasi soal yang sebelumnya hanya berjumlah lima, kini menjadi 20 variasi soal, hingga digunakannya sistembarcode pada naskah soal dan lembar jawaban UN (LJUN). Tidak hanya itu, komposisi bobot soal juga berubah. Bila tahun lalu bobot soal mudah sebanyak 10 persen, sedang 80 persen, dan sulit 10 persen, tahun ini bobot soal sulit ditambah lagi 10 persen. Dengan penambahan jumlah soal yang sulit itu, maka komposisi bobot soal pada UN 2013 ini menjadi 10 persen soal mudah, 70 persen sedang, dan 20 persen sulit.
sumber :
Read more
Jumat, 29 Maret 2013
Selasa, 19 Maret 2013
Banjari Sebagai Seni Islami Yang Memberi Inspirasi
Ditengah guyuran hujan siswa siswi MTsN Tulung yang mengikuti ekstra Seni Hadrah tetap antusias penuh semangat serius namun juga santai. Nampak yang mengikuti latihan para siswi semua termasuk yang menabuh banjari di bantu pak supriadi. "Besok rencananya siswa Laki-laki akan gabung latihan, dan kebetulan mereka sudah terbiasa banjarian di Mushola dan Madrasah diniyah tiap sore. Demikian dijelaskan Nur Habib Mustofa, Waka Kesiswaan disela-sela mendampingi latihan hadrah.
Latihan ini dipandu langsung oleh Ustadz Syamsul Bakri dan Supriadi, kegiatan ini berlangsung dengan lancar. Kegiatan ini rutin sebagai bagian dari kegiatan PPL Mahasiswa STAI Ma’arif Magetan. Sholawat merupakan kewajiban bagi umat islam sebagimana Firman Allah SWT dalam Al Qur’an yang terjemahnya “Sesungguhnya Allah dan para Malikat-Nya bersholawat kepada Nabi . . .”. Untuk itu kita harus senantiasa menggemakannya dalam setiap waktu dan relung kita. Kegiatan ini juga positif dalam membentuk karakteristik siswa yang islami menuju generasi muslim yang unggul dan handal yang dapat diandalkan, harap Pak Nur, begitu biasa disapa di Madrasah. Read more
Minggu, 17 Maret 2013
Pembinaan Murottal Al Qur'an oleh PPL STAIM Magetan
Mahasiswa PPL STAI Ma'arif Magetan melaksanakan pembinaan baca Al-Qur'an secara tartil. Bertempat di Mushola Madrasah para siswa siswi sangat antusias dan serius mengikuti ekstra yang satu ini. Dibina langsung oleh Ustadz Syamsul Bakri, Ustadz Muhtar dan beberapa ustadz lainya yang keduanya merupakan qori-qori yang sering menjadi kafilah Kab Madiun.
Acara ini bertujuan untuk membiasakan anak-anak membaca al Qur'an dengan tartil, dan tentu sangat diharapakan ketika apel pagi di Madrasah. Lebih lanjut ustad Syamsul mengatakan bahwa membaca Al-Quran dengan tartil itu merupakan kewajiban sebagaimana firman dalam Surat Al-Muzamil yang artinya : Dan Bacalah Al-Qur'an dengan Tartil.
Kegiatan ini merupakan rangkain kegiatan mahasiswa selama PPL di MTsN Tulung yang rencana selesai pada tanggal 23 Maret 2013. (nur habib) Read more
Acara ini bertujuan untuk membiasakan anak-anak membaca al Qur'an dengan tartil, dan tentu sangat diharapakan ketika apel pagi di Madrasah. Lebih lanjut ustad Syamsul mengatakan bahwa membaca Al-Quran dengan tartil itu merupakan kewajiban sebagaimana firman dalam Surat Al-Muzamil yang artinya : Dan Bacalah Al-Qur'an dengan Tartil.
Kegiatan ini merupakan rangkain kegiatan mahasiswa selama PPL di MTsN Tulung yang rencana selesai pada tanggal 23 Maret 2013. (nur habib) Read more
Senin, 11 Februari 2013
PERKENALAN DENGAN MAHASISWA IAIN SURABAYA DAN STAIM MAGETAN
Senin, 11 Pebruari 2013 bertempat di halaman MTsN Tulung diadakan perkenalan antara tenaga Pendidik dan Kependidikan, siswa siswi MTsN Tulung dengan Mahasiswa STAIM Magetan yang sedang praktik mencari pengalaman pembelajaran di Madrasah dalam rangka PPL. Pada Selasa 5 pebruari yang lalu mahasiswa yang PPL telah diserahterimakan oleh pihak kampus kepada Kepala Madrasah yang di wakili oleh Dosen Pembimbing, Drs. Munirul Ikhwan, M. Pd I. mereka akan menimba pengalaman di MTsN Tulung sampai tanggal 23 Maret 2013.
Dalam sambutanya Bapak Munir menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak lembaga yang menerima dan bersedia di tempati kegiatan PPL Mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam dari STAI Ma'arif Magetan. Dalam kata sambutan, Kepala MTsN Tulung Drs. Hari Sumanto, M. Pd I menyapaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak kampus dan khususnya Mahasiswa yang PPL yang memilih Madrasah ini, Beliau menginginkan kepada para Mahasiswa untuk memberikan informasi dan teori-teori serta metode-metode terkini yang di pelajari di kampus. "tentunya temen-temen Mahasiswa masih mempunyai dan membawa metode terkini serta terbaru yang bisa diterapkan di Madrasah kami, tentu ini akan sangat membantu bagi Bapak-Ibu Guru dalam melaksanakan pembelajaran", harap Kepala MTsN Tulung. Sementara itu kordinator PPL Supriadi mengatakan dipilihnya MTsN Tulung sebagai tempat PPL karena ingin mengetahui dan merasakan bagaimana suka dan dukanya mengajar siswa di daerah Tulung. Lebih lanjut Mas Supriadi menegaskan karena STAIM dan MTs merupakan lembaga yang sama-sama dibawah naungan Kementerian Agama. Jadi akan sangat lebih membanggakan bagi kami bisa mencari pengalaman dan memberikan dedikasi serta sumbangsih pada lembaga di Kemenag, ujar laki-laki yang mahir seni hadrah ini.
Sebelum serah terima mahasiswa PPL dari STAIM Magetan, pihak madrasah juga telah menerima kunjungan mahasiswa IAIN Surabaya yang KKN di Desa Tulung untuk juga turut mengabdi di MTsN Tulung. Mereka mendapat time pada jam ekstra di kelas unggulan yang dilaksanakan selesai sholat Dhuhur dengan mengajar kelas unggulan bidang studi UN dan PAI serta Bahasa Arab. mereka akan berada di Tulung selama 3 minggu kedepan.(nur habib)
Senin, 28 Januari 2013
Mauludan MTsN Tulung 2013, Pengajian Akbar
Peringatan
Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan MTsN Tulung tanggal 2 Pebruari 2013
berlangsung meriah. Tausyiyah Maulid yang disampaikan Drs. K Shonhaji menarik
perhatian audiens. Dalam ceramahnya Kyai Shon menyampaikan akan pentingnya
Rahmat Allah SWT, yang hanya akan diturunkan jika suatu komunitas/kaum itu
tidak ada yang berkonflik di dalamnya. Lebih lanjut terkait dengan syafaat Nabi
Muhammad kita akan mendapatkannya jika senantiasa beragama islam dengan
sesungguhnya dalam mengamalkannya. kepada para siswa Ustadz yang humoris ini
juga menekankan supaya ilmu yang dimiliki itu bermanfaat, diantara ilmu itu
bermanfaat adalah misalnya jika setelah belajar wudlu kemudian dirumah setiap
melaksanakan aktifitas terutama sholat dan ibadah lainya selalu diawali dengan
berwudlu. Diakhir pengajiannya Kyai dari Ponpes Al Islam Bandungan ini juga
menegaskan bahwa kita dalam mencintai sesuatu itu jangan berlebihan, siapa tau
suatu saat nanti kita jadi membencinya, pun sebaliknya. Tidak lupa juga pesan
paling akhir beliau adalah supaya berbakti dan mendoakan orang tua, guru-guru,
jika pingin sukses itu diantara cara yang harus dilakukan, terkhusus bagi kelas
9 yang akan menempuh UAMBN dan UN tahun 2013 ini. Nur Habib
Langganan:
Postingan (Atom)
Halaman
Galery Foto
Jadwal Sholat
Tentang Kami
BEBERAPA PERTIMBANGAN MENGAPA
MTs NEGERI TULUNG MENJADI PILIHAN
2 . Lab. Komputer
3 . Lab. Bahasa (Standart Nasional)
4 . Perpustakaan
5 . Kegiatan Ekstrakurikuler
6 . Lingkuugan nyaman untuk belajar
7. Status Sekolah Negeri dan Terakreditasi ( A)



